HIDUP ADALAH PERTANDINGAN LARI

HIDUP ADALAH PERTANDINGAN LARI 

Bacaan Setahun: 
1 Sam. 25-26 , Mzm. 7 

“Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya” (1 Korintus 9:24)

Hidup itu sebenarnya ibarat pertandingan lari. Namun tiap orang percaya tidak bertanding dalam satu lintasan. Masing-masing mempunyai lintasan sendiri-sendiri, sebab setiap orang dipanggil dalam panggilan dan pelayanan yang berbeda-beda.

Bagi seorang atlit lari, medali emas adalah sasaran utamanya. Tidak ada pelari professional yang berlatih setiap hari tanpa mempunyai sasaran. Mereka pasti bercita-cita untuk menjadi yang terbaik, kalau bisa menyabet medali emas yang disediakan dalam perlombaan paling bergengsi, olimpiade misalnya. Begitu juga dengan hidup orang percaya. Kalau Anda mengira bahwa setelah dibaptis air atau Roh Kudus, perjalanan kekristenan Anda sudah sampai di tujuan, Anda salah besar. Apa yang Anda alami hanyalah awal saja. Anda baru saja mendengar peluit atau tembakan yang menandai dimulainya perlombaan lari jarak jauh dengan berbagai rintangan. Ya, pertandingan iman bukanlah pertandingan jarak pendek atau menengah ataupun marathon (sebab marathon tidak ada rintangannya). Pertandingan iman adalah pertandingan jarak jauh dengan berbagai rintangan yang melelahkan.

Perhatikan apa yang Tuhan sediakan bagi mereka yang berhasil menyelesaikan pertandingan iman itu dengan baik. Ada mahkota abadi yang tersedia. Tuhan menyiapkan penghargaan yang tinggi bagi mereka yang berhasil menyelesaikan pertandingan dengan baik. Paulus contohnya. Dalam salah satu suratnya ia berkata, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya” (2 Tim. 4:7, 8).

Salah satu hambatan yang paling besar dalam pertandingan iman adalah dosa. Dosa itu seperti sebongkah besi yang diikatkan di kaki Anda. Anda tidak bisa bergerak! Bagaimana Anda dapat menyelesaikan pertandingan dengan baik kalau keadaan Anda seperti itu?

Apapun yang terjadi tetaplah berlari. Arahkan mata Anda kepada Yesus apapun yang terjadi dalam hidup Anda. Jangan hanya mengejar ambisi duniawi saja, tetapi berambisilah untuk menjadi atlit rohani yang baik untuk menyelesaikan pertandingan iman. (DH)

Questions:
1. Bagaimana kita bisa berlari dalam pertandingan iman tanpa diganggu oleh berbagai hambatan?
2. Dalam konteks kehidupan Kristen, bagaimana kita bisa menyeimbangkan kegiatan sekuler dengan tujuan rohani untuk menyelesaikan pertandingan iman dengan baik? Diskusikan!
Values:
Hidup itu ibarat pertandingan lari di mana setiap orang percaya mempunyai lintasan sendirisendiri, sebab setiap orang dipanggil dalam panggilan dan pelayanan yang berbeda-beda.

Kingdom’s Quotes:
Orang Kristen yang tidak mengarahkan pandangannya pada Yesus ibarat seorang pelari yang berputar-putar di lapangan luas tanpa tahu arah tujuannya.