HIDUP ADALAH PILIHAN

HIDUP ADALAH PILIHAN 

Bacaan Setahun:

Kej. 27:1 – 28:22
Mat. 10:32 – 11:15
Mzm. 9:1–6

“Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu.” (Ulangan 30:19)

Setiap hari, dalam menjalani kehidupan, kita selalu diperhadapkan pada berbagai pilihan. Namun, di antara semua pilihan tersebut, ada pilihan yang jauh lebih besar daripada keputusan-keputusan sehari-hari—yaitu pilihan rohani yang menentukan arah hidup serta masa depan kekal seseorang.

Dalam Ulangan 30:19, Tuhan memberikan sebuah pilihan besar kepada umat-Nya dan mengarahkan mereka untuk memutuskan: “Pilihlah kehidupan.” Dalam hal ini, Tuhan memberikan kebebasan untuk memilih. Ia tidak menciptakan manusia sebagai robot. Sejak awal, Tuhan telah menganugerahkan kehendak bebas agar manusia dapat menentukan jalan hidupnya sendiri. Ayat tersebut memperlihatkan bahwa Tuhan sangat menghargai kebebasan manusia, tetapi Ia juga menegaskan bahwa setiap pilihan membawa konsekuensi. Pilihan tersebut mencakup: kehidupan atau kematian, berkat atau kutuk.

Ketika Tuhan berkata, “Pilihlah kehidupan,” Ia tidak sekadar berbicara tentang napas atau umur panjang. Kehidupan yang Ia tawarkan mencakup beberapa hal penting. Pertama, kehidupan rohani, yaitu hubungan yang benar dengan Tuhan. Tanpa Tuhan, manusia memang hidup secara jasmani, tetapi tidak sungguh-sungguh hidup. Hati menjadi kosong, jiwa letih, dan hidup berjalan tanpa arah yang jelas. Kedua, kehidupan dalam berkat, yang tidak selalu diukur oleh keberhasilan duniawi. Berkat Tuhan bukan hanya materi, tetapi juga damai sejahtera, sukacita, hikmat, serta penyertaan-Nya dalam segala musim hidup kita. Ketiga, kehidupan yang membawa dampak bagi keturunan, sebab pilihan kita tidak hanya memengaruhi diri sendiri, tetapi juga keluarga, anak-anak, dan orang-orang di sekitar kita. Kehidupan orang percaya seharusnya menjadi teladan, karena Kristus hidup di dalamnya.

Lalu, bagaimana kita dapat memilih kehidupan? Pertama, dengan hidup dalam Firman Tuhan. Seperti tertulis dalam Matius 4:4, manusia hidup dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Kedua, dengan mengasihi Tuhan. Mengasihi Tuhan adalah inti dari pilihan hidup. Kasih kepada Tuhan menuntun kita untuk taat, membuka pengertian, serta membimbing langkah kita dalam kebenaran (Matius 22:37).

Tuhan tidak sekadar memberikan pilihan-pilihan kepada kita, namun juga memberi hati-Nya. “Pilihlah kehidupan”, adalah panggilan kasih Allah atas hidup kita sebagai orang percaya. Tuhan menginginkan kita hidup kekal, bukan binasa. Ia ingin keluarga kita dipulihkan, hati kita dipenuhi damai, hidup kita menjadi berkat. Marilah kita merespons panggilan Tuhan atas hidup kita, sekiranya selama ini kita menjauh dari Tuhan, marilah ambil keputusan untuk kembali. Buka hati kita untuk kembali pada Firman-Nya. (TL)

Questions:

1. Apakah keputusan kita selama ini mengarahkan kita kepada kehidupan, atau justru menjauhkan kita dari Tuhan?
2. Bagaimana cara kita sungguh-sungguh dapat mengasihi Tuhan? Diskusikan!

Values:

Orang yang memilih kehidupan akan memiliki kehidupan yang benar serta berdampak.

Kingdom Quotes:

Tuhan tidak pernah memaksakan kehendak-Nya dalam hidup kita. Ia selalu memberikan kehendak bebas, tetapi Ia juga menegaskan bahwa setiap pilihan yang salah pasti membawa akibat.