HIDUP BIJAKSANA DAN WASPADA

HIDUP BIJAKSANA DAN WASPADA 

Bacaan Setahun:

1 Tes. 1, Yes. 11-13, Mzm. 112

“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif.” (Efesus 5:15)

Hidup bijaksana adalah kemampuan seseorang menggunakan akal budi, pengalaman, dan pengetahuan dalam pengambilan keputusan yang tepat, sehingga mampu bertindak dengan cara terbaik dalam berbagai situasi. Hal ini melibatkan pemahaman tentang diri sendiri, orang lain, dan dunia sekitar, serta kemampuan menempatkan segala sesuatu pada proporsinya. Sebagai warga Kerajaan Allah, hidup dengan bijaksana adalah keharusan jika kita ingin siap menyambut kedatangan Sang Raja. Hanya mereka yang bijaksana yang mampu menentukan arah yang benar dalam hidup. Orang yang bijaksana akan berhati-hati dan waspada, sehingga meminimalkan risiko kegagalan.

Waktu berlalu sangat cepat, sementara perubahan terjadi begitu pesat. Suka atau tidak, setiap orang harus mampu menyesuaikan diri. Mereka yang hidup sembrono atau menyia-nyiakan waktu akan tergilas oleh arus dunia. Hal ini juga berlaku bagi orang percaya yang tidak sungguh-sungguh hidup dengan kebijaksanaan dan kewaspadaan. Bagaimana kita dapat hidup bijaksana menurut Alkitab? Bijaksana adalah konsep penting dalam Firman Tuhan. Ada dua langkah sederhana yang dapat dilakukan oleh setiap orang percaya.

Pertama, berdoa. Dengan berdoa, pikiran kita diselaraskan dengan pikiran Bapa di surga, sehingga hikmat dari atas memenuhi hidup kita. Yakobus 1:5 berkata, “Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya.”

Kedua, mempercayai Tuhan dan Firman-Nya serta hidup dalam takut akan Tuhan. Dengan demikian, Sang Firman akan menuntun dan memberikan hikmat dalam setiap langkah. Amsal 3:5–7 menegaskan, “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan.”

Karena itu, jagalah tingkah laku dan hiduplah dalam takut akan Tuhan. Dengan demikian, hikmat dan kebijaksanaan surgawi akan dicurahkan dalam hidup kita. Ketika Sang Raja datang, kita akan didapati tetap bersinar di tengah kegelapan, seperti pelita para gadis yang bijaksana. Namun, mereka yang menyia-nyiakan kesempatan dengan hidup tidak bijaksana akan mengalami penolakan, sebagaimana para gadis bodoh yang kehabisan minyak sehingga pelitanya padam (Matius 25:1–13). Mari ambil keputusan hari ini untuk hidup bijaksana, menjaga waktu, bertekun dalam doa, dan bersandar pada Tuhan. Dengan demikian, kita akan siap menyongsong kedatangan Kristus dan memerintah bersama-Nya dalam kemuliaan. (TL)

Questions:

1. Faktor apa saja yang bisa membuat kita dapat hidup bijaksana dan waspada?
2. Apa akibatnya jika kita tidak hidup bijaksana? Diskusikan!

Values:

Menjadi bijaksana adalah sebuah keputusan dan menjadi bijaksana akan membawa kita kepada jalan kehidupan yang baik dan benar.

Kingdom Quotes:

Hidup bijaksana berarti menjaga waktu, bertekun dalam doa, dan selalu bersandar pada Tuhan.