HIDUP DALAM DIMENSI YANG BARU

HIDUP DALAM DIMENSI YANG BARU 

Bacaan Setahun: 
Hak. 9 
Kis 22 

“Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu Perjanjian Baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan
” (2 Korintus 3:6).

Sebagai orang Kristen kita mengenal istilah Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama . Ada perbedaan yang mendasar dari cara hidup menurut Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Di dalam dimensi yang lama (Perjanjian Lama), hidup manusia diatur oleh hukum. Manusia dibenarkan karena melakukan hukum. Penilaian kebaikan seseorang dilihat dari ketaatnya kepada hukum. Dimensi semacam ini dangkal.

“Jika kita melakukan perbuatan baik karena ketakutan akan hukuman atau supaya mendapat pahala, kita bukan orang baik.” Ini adalah dimensi Perjanjian Lama. Sebagai contoh, jika Anda rajin beribadah dengan harapan supaya hidup Anda diberkati, tanpa sadar sebenarnya Anda sedang berada di dalam dimensi Perjanjian Lama. Anda sedang hidup beragama, sebab agama menciptakan orang yang (dipaksa) berbuat baik, dan bukannya menghasilkan orang baik. Agama adalah dimensi Perjanjian Lama, karena agama mengatur prilaku di luar.

Dalam Perjanjian Baru, setiap kita dibenarkan bukan karena kemampuan atau perbuatan kita, tetapi dibenarkan karena apa yang Yesus telah lakukan. Hidup dalam dimensi baru adalah belajar hidup dalam Roh, yaitu perbuatan balk yang digerakkan oleh kasih karunia Tuhan.

Dalam Perjanjian Baru, kita adalah ciptaan yang baru, dan kita dimampukan melakukan kebaikan bukan karena Hukum, tetapi dari kuasa Roh Kudus. Pemahaman tentang betapa Tuhan begitu mengasihi kita itulah yang akan mendorong kita berbuat kebaikan tanpa pamrih.

Sampai hari ini saya masih sering mendengar khotbah dengan ancaman hukuman jika tidak taat beribadah dan juga imbalan ‘diberkati jika kita taat beribadah. Kalau pemahamannya seperti ini, sebenarnya tak ubahnya seperti melatih anjing, yang akan taat setelah diberi makanan. Dan jika tidak diberi, maka anjing yang tak menurut akan mendapat cambukan.

Seperti ayat bacaan diatas, kita sebenarnya telah hidup dalam dimensi Perjanjian Baru, yaitu hidup yang tidak ‘digerakkan’ oleh hukum tertulis, tetapi hukum Roh, hukum kasih. Hubungan dengan Tuhanlah yang menggerakkan hati kita. Semakin kita memahami kasih Tuhan maka semakin kita rela berbuat baik tanpa paksaan. Inilah arti hidup dalam dimensi yang baru. Hidup yang digerakkan oleh kasih Tuhan.(DD)

Questions:
1. Apa yang dimaksud hidup dalam dimensi hidup yang baru? Apa bedanya dengan dimensi hidup yang lama?
2. Mengapa “beragama” adalah dimensi hidup yang lama?

Values:
Warga Kerajaan bukan hidup didalam pola ritual atau hukum tetapi hidup di dalam hubungan dengan Sang Raja.

Kingdom Quote:
Jika kita melakukan perbuatan balk karena ketakutan akan hukuman atau supaya mendapat pahala, kita bukan “orang baik”.