HIDUP DALAM MISI KERAJAAN

HIDUP DALAM MISI KERAJAAN

Bacaan Setahun:
1Raja-raja 14:21 – 16:7
Kisah Para Rasul 16:16–40
Amsal 15:21–30

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:19-20)

Ketika kita sadar akan identitas sebagai gambar Allah maka tujuan hidup kita tidak lagi hidup dengan tujuan pribadi, melainkan mengerjakan kehendak dan tujuan-tujuan Allah di muka bumi. Fokus hidup kita tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi mengalir kepada orang lain, sehingga hidup kita menjadi alat bagi Kerajaan Allah untuk menjangkau, memulihkan, dan membawa kehidupan baru bagi orang lain. Hidup kita bukan hanya dipanggil untuk diselamatkan, tetapi juga untuk diutus. Kita memiliki misi ilahi yang jelas, yaitu memperluas Kerajaan Allah di bumi. Ini bukan tugas khusus segelintir orang atau hamba Tuhan, melainkan panggilan bagi setiap warga Kerajaan.

Sering kali kita membayangkan misi sebagai sesuatu yang besar dan jauh—pergi ke bangsa lain atau melakukan pelayanan besar. Namun, Kerajaan Allah justru dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Misi dimulai dan hidup di tempat kita berada sekarang. Timbul dari kesadaran diri untuk menjalani setiap aspek kehidupan yang mencerminkan nilai nilai Kerajaan Allah dan hidup berbeda dengan nilai-nilai dunia. Apa yang kita lakukan menunjukkan kasih, kejujuran, kerendahan hati, integritas dan kebenaran sehingga ketika orang melihat cara hidup kita, mereka melihat gambaran tentang Kerajaan Allah.

Kita juga dipanggil untuk menjadi saksi, dengan berani membagikan kebenaran. Kesaksian sederhana tentang apa yang Tuhan lakukan dan pertolongan-Nya dalam hidup kita sehari-hari bisa menjadi pintu bagi orang lain untuk mengenal-Nya. Tidak hanya perkataan, tindakan nyata juga menjadi cara praktis menghadirkan Kerajaan Allah. “Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa.” (1 Korintus 4:20). Kuasa yang dinyatakan dalam kasih untuk menolong yang membutuhkan, mendoakan yang sakit, menguatkan yang lemah, hadir bagi mereka yang terluka dan membebaskan mereka yang terikat.

Hari ini, sadari bahwa kita memiliki misi Kerajaan untuk mengalami pertumbuhan, menghasilkan buah, menjangkau jiwa dan memperluas Kerajaan Allah. Namun penting untuk diingat, kita tidak menjalankan misi ini dengan kekuatan sendiri. Kita diutus dengan penyertaan Tuhan yang sudah terlebih dahulu memberikan kuasa kepada kita melalui Roh Kudus-Nya. “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1:8). Karena itu, jangan melihat hidup ini sebagai rutinitas biasa, melainkan sebagai ladang misi yang Tuhan percayakan. Di mana pun kita ditempatkan, di situlah Kerajaan Allah dapat dinyatakan melalui hidup kita, sampai nama Tuhan dipermuliakan. (RSN)

Questions:
1. Bagaimana memulai misi Kerajaan Allah?
2. Apakah misi Kerajaan di dalam hidup kita?

Values:
Jangan berhenti bersaksi, karena kesaksian sederhana tentang karya Tuhan dalam hidup kita sehari-hari bisa menjadi pintu bagi orang lain untuk mengenal-Nya.

Kingdom Quotes:
Kuasa Roh Kudus memampukan kita mengerjakan misi Kerajaan untuk mengalami pertumbuhan, menghasilkan buah dan multiplikasi.