HIDUP DI DALAM KASIH ALLAH TRINITAS

HIDUP DI DALAM KASIH ALLAH TRINITAS 

Bacaan Setahun:

Imamat 14:1 – 14:57
Markus 13:1–31
Mazmur 30:8–12

“Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.” (2 Korintus 13:13)|

Dalam setiap perjumpaan, pasti akan ada perpisahan antara satu dengan yang lain. Terkadang, dalam perpisahan juga disertai dengan salam penutup ataupun ucapan yang saling memberkati. Contohnya adalah seusai mengikuti kebaktian di Gereja, antara Pendeta dengan jemaat atau sesama jemaat saling mengucapkan “Happy Sunday”, “God Bless You” atau “See you next Sunday”. Contoh kalimat seperti itu menunjukkan akan kasih yang digambarkan melalui ucapan yang saling memberkati.

Dalam bacaan ayat renungan hari ini, kita membaca bagaimana perhatian yang diberikan oleh Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus. Melalui surat yang ditulisnya, ia memberikan salam/berkat penutup kepada Jemaat Korintus di tengah-tengah kesibukan atau permasalahan internal yang melanda Jemaat Korintus pada waktu itu. Rasul Paulus juga mendoakan Jemaat di Korintus serta mengingatkan bahwa kekuatan orang percaya bersumber pada Allah Trinitas.

Allah Trinitas adalah pengajaran dalam iman Kristiani bahwa Allah pada hakikatnya adalah Satu namun terdiri dari Tiga Pribadi yakni, Allah Bapa (Pribadi Pertama), Putra (Pribadi Kedua), dan Roh Kudus (Pribadi Ketiga). Iman kepada Allah Trinitas bukan berarti orang Kristen percaya akan adanya Tiga Allah (Triteisme) melainkan percaya pada Allah yang Esa yang terdiri dari 3 Pribadi Ilahi. Iman Gereja dengan tegas mengajarkan bahwa pemahaman dan iman kepada Allah Trinitas di dasarkan pada kebenaran Alkitab dan pengajaran oleh Bapa-Bapa Gereja. Berbagai bentuk analogi dalam memahami Allah Trinitas memang tidak sempurna sebab Allah tidak terbatas pada naluri manusia dan melampauinya sebagaimana yang ditegaskan oleh seorang Teolog bernama Agustinus yang berkata “Kalau engkau memahami-Nya, la bukan lagi Allah”. Maka, di sinilah iman berperan untuk menerima misteri Allah yang disaksikan oleh Alkitab sehingga kita dapat mengakuinya sebagai dasar akan pengharapan dan bukti dari sesuatu yang tidak kita lihat.

Di akhir suratnya kepada Jemaat di Korintus, Rasul Paulus tidak sekadar memberikan salam penutup saja tetapi mengajarkan kembali relasi kasih orang percaya kepada Allah Trinitas. Tampak jelas bahwa salam penutup yang disampaikan oleh Rasul Paulus sangat Trinitaris. Artinya, Rasul Paulus menegaskan bahwa berkat dan kasih dari pribadi Bapa dan Putera di dalam persekutuan dengan Roh Kudus senantiasa menyertai orang percaya. Dengan hidup di dalam kasih Allah Trinitas dan menghidupinya, orang percaya senantiasa memperbarui dirinya dan belajar mengasihi sesama serta membangun relasi yang mendalam kepada Allah Trinitas. (AH)

Questions:

1. Mengapa orang percaya hidup di dalam kasih Allah Trinitas?
2. Apakah yang dimaksud dengan Allah Trinitas?

Values:

Kasih Allah Trinitas adalah kasih yang kekal. Ia setia merangkul yang patah hati, memeluk yang rapuh, dan mengangkat yang tertindas dalam perjalanan hidup.

Kingdom Quotes:

Kasih Allah Trinitas adalah kasih yang melekat dalam hidup orang percaya dan kita diundang untuk menghidupi kasih-Nya melalui relasi yang mendalam dengan-Nya.