HIDUP DI DALAM KASIH KARUNIA

HIDUP DI DALAM KASIH KARUNIA 

Bacaan Setahun: 
2 Raj. 18 
Yoh. 5 

“… dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih kuyeras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. … berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia” (1 Korintus 15 : 10 & 58).

Apa yang membedakan antara orang-orang ber-Tuhan yang di dalam Kristus dengan yang diluar Kristus? KASIH KARUNIA. Orang-orang yang di luar Kristus tidak menerima kasih karunia, mereka hanya percaya Tuhan ada. Oleh sebab itu supaya masuk Sorga mereka berusaha melakukan perbuatan baik atau amal sebanyak-banyaknya, dan juga melakukan ritual-ritual menurut ajaran agama mereka. Tentu ini merupakan usaha yang sia-sia, karena sejatinya tidak ada satu manusia pun bisa sempurna dalam melakukan perbuatan baik dan menjalankan ibadahnya.

Sangat berbeda dengan kasih karunia yang kita terima dari Tuhan Yesus. Justru karena kasih karunia-Nya kita dimampukan untuk memuliakan Tuhan. Kasih karunia memberi kita kemampuan tiap kali ada kemauan. Kasih karunia memberi kita alasan untuk bisa mengasihi dan mengampuni. Kasih karunia menggerakkan kita untuk melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh dan tekun. Bahkan, kasih karunia mendorong kita bekerja lebih giat bagi pemberitaan Injil Kristus. Inilah alasan mengapa Rasul Paulus bisa bertahan di dalam berbagai-bagai penderitaan dan kesukaran ketika ia berada di dalam pelayanan misi.

Dalam 1 Korintus 15:58 pesan Rasul Paulus adalah: “berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan.” Bukan tanpa sebab ia memberi pesan ini, karena ada janji yang is sampaikan di akhirnya: “Sebab kamu tahu dalam persekutuan dengan Tuhan, jerih payahmu tidak sia-sia”. Jadi, kita pasti bisa melakukan apa yang disampaikan oleh Rasul Paulus. Tidak ada yang sia-sia bila semua itu tujuannya untuk memuliakan nama Tuhan,

Bahkan, sekalipun kita di dalam penderitaan, kalau kita tetap berdiri teguh, tidak goyah, giat selalu dalam pekerjaan Tuhan, maka kasih karunia akan dilimpahkan-Nya atas hidup kita. Bilamana kasih karunia melimpah, maka kekuatan dan kemampuan Illahi diberikan pada kita. Hiduplah bergaul karib dengan Tuhan, berpusat pada Kristus, sehingga kita bisa menganggap penderitaan bukanlah beban melainkan berkat.

Mari, biarlah kita sebagai Warga Kerajaan memiliki standar hidup serupa dengan Allah kita, sehingga kasih karunia yang dilimpahkan-Nya bagi kita tidak menjadi sia-sia. Dengan penuh keyakinan kita bisa bersaksi; “Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia”. (LA)

Questions:
1. Apakah yang membedakan kehidupan orang-orang ber-Tuhan yang di dalam Kristus dengan yang di luar Kristus?
2. Apa saja manfaat hidup di dalam kasih karunia Tuhan?

Values:
Warga Kerajaan Allah yang sejati tidak akan pernah menyia-nyiakan kasih karunia yang sudah dianugerahkan kepadanya, sekalipun ia harus menderita karena memberitakan Injil Kristus.

Kingdom Quote:
Kasih karunia kita terima dengan cuma-cuma, namun mempertahankannya tidak cuma-cuma.