HIDUP SEBAGAI WARGA KERAJAAN SURGA
Bacaan Setahun:
Yoh. 10:1-21, 2 Taw. 8, Mzm. 73
“Karena kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,” (Filipi 3:20)
Setiap manusia yang lahir di dunia memiliki kewarganegaraan. Kita yang lahir di Indonesia adalah warga negara Indonesia. Namun, bagi kita yang telah diselamatkan di dalam Kristus, kita memiliki kewarganegaraan baru—yaitu sebagai warga Kerajaan Surga. Oleh karena itu, hidup kita harus mencerminkan nilai-nilai Kerajaan Surga dan bukan mengikuti pola dunia. Nilai-nilai Kerajaan Surga tercermin dalam simbol yang sangat kita kenal, yaitu salib Kristus. Salib menjadi lambang kasih, pengorbanan, dan kekudusan yang menjadi dasar hidup orang percaya.
Ada nilai-nilai lama yang harus ditinggalkan. Salah satunya adalah hidup hanya untuk kepuasan jasmani, yang dilambangkan dengan “perut”. Jika hidup hanya berpusat pada kebutuhan jasmani, maka tujuan hidup menjadi sangat dangkal. Hidup seperti ini dikendalikan oleh pikiran duniawi dan berujung pada kehinaan. Mereka bahkan bermegah dalam aib mereka. Dosa yang seharusnya memalukan, justru dibanggakan. Hal ini menunjukkan kebutaan rohani yang dalam, di mana seseorang menghargai hal-hal yang sejatinya membawa kehancuran. Ketika manusia mulai mengagungkan dosa, mereka sedang berjalan menjauh dari kebenaran dan terang Kristus.
Selain itu, mereka hanya peduli pada hal-hal duniawi. Hati mereka tertambat pada halhal yang fana dan tidak menyukai perkara-perkara rohani. Padahal Kristus telah datang dan disalibkan untuk menyalibkan dunia bagi kita dan kita bagi dunia. Gaya hidup seperti ini memang tampak menyenangkan, tetapi ujungnya adalah kebinasaan. Jalan mereka menuju maut, bukan kehidupan. Sebaliknya, sebagai warga Kerajaan Surga, kita dipanggil untuk hidup dengan cara yang berbeda—meninggalkan nilai duniawi dan mengenakan nilai-nilai surgawi.
Sebagai warga Kerajaan Surga, identitas kita bukan lagi ditentukan oleh dunia ini, melainkan oleh Kristus yang telah menebus kita. Dunia mungkin terus menarik kita dengan kenikmatan sesaat dan nilai-nilai yang bertentangan dengan firman Tuhan, tetapi kita dipanggil untuk hidup dalam kekudusan dan kebenaran. Jangan biarkan gaya hidup dunia menumpulkan kepekaan rohani kita. Marilah kita terus memperbarui cara berpikir, memusatkan hati pada perkara-perkara yang di atas, dan menjalani hidup yang layak di hadapan Allah. Tanggalkan manusia lama dan kenakan manusia baru yang diciptakan menurut gambar Allah. Kiranya hidup kita sungguh menjadi cermin Kerajaan Allah, membawa terang dan harapan bagi dunia yang gelap ini, hingga Kristus datang kembali dalam kemuliaan-Nya. (AU)
Questions:
1. Nilai duniawi apa yang masih memengaruhi cara hidup Anda saat ini?
2. Bagaimana Anda dapat lebih mencerminkan nilainilai Kerajaan Surga dalam kehidupan sehari-hari?
Values:
Hidup sebagai warga Kerajaan Surga berarti meninggalkan dosa, memperbarui pikiran, dan mencerminkan kasih, kekudusan, serta pengharapan kekal dalam setiap langkah hidup.
Kingdom Quotes:
Meninggalkan nilai duniawi adalah langkah awal menuju hidup yang memancarkan budaya Kerajaan Allah.