HIDUP UNTUK KEMULIAAN SANG RAJA

HIDUP UNTUK KEMULIAAN SANG RAJA 

Bacaan Setahun:
1Raja-raja 22:1–53
Kisah Para Rasul 19:14–41
Amsal 15:31 – 16:7

“Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.” (1 Korintus 10:31)

Tujuan akhir kehidupan manusia adalah untuk memuliakan Sang Raja. Ini bukan hanya konsep rohani yang tinggi, tetapi panggilan praktis yang harus terlihat dalam kehidupan sehari-hari orang percaya melalui kehidupan yang berbuah. Yohanes 15:8 menegaskan: “Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Sering kali kita berpikir bahwa memuliakan Tuhan berarti melakukan hal-hal besar atau pelayanan yang terlihat. Namun firman Tuhan justru menekankan hal-hal sederhana: makan, minum, dan segala sesuatu. Artinya, setiap detail kehidupan kita adalah kesempatan untuk memuliakan Allah. Memuliakan Allah dimulai dari motivasi. Kita tidak lagi hidup untuk menyenangkan diri sendiri atau mencari pujian manusia, tetapi untuk menyenangkan hati Tuhan. Dengan sikap hati yang benar maka hal sekecil apapun yang kita lakukan menjadi berharga di hadapan-Nya.

Di tempat kerja, dalam bisnis, atau dalam pelayanan, kita memilih untuk jujur, setia, dan bertanggung jawab. Dunia mungkin menghalalkan berbagai cara, tetapi warga Kerajaan Allah harus hidup dengan standar yang berbeda yaitu hidup dengan integritas dan nilai-nilai Kerajaan karena dengan cara inilah kita memuliakan Allah di tengah dunia.

Cara kita memperlakukan orang lain juga mencerminkan siapa Raja yang kita wakili. Ketika dunia lebih mementingkan diri sendiri maka warga Kerajaan hidup dalam kasih dan mengutamakan orang lain. Ketika dunia berkata ‘balas saja’ atau ‘jangan mau kalah’ tetapi warga Kerajaan hidup dalam mengampuni dan memberkati. Ketika dunia menghalalkan segala cara dalam berkompetisi dan saling menjatuhkan maka warga Kerajaan hidup dengan saling membangun dan bersukacita atas keberhasilan orang lain. Mengampuni, mengasihi, menghargai dan saling membangun orang lain adalah bentuk nyata memuliakan Allah, karena kita menunjukkan karakter-Nya.

Kemuliaan Allah juga dinyatakan melalui kesetiaan kita mengerjakan hal-hal yang tidak terlihat – disiplin, doa dan ketaatan. Memuliakan Allah bukan tentang kesempurnaan, tetapi tentang hidup yang terus diarahkan kepada-Nya. Memang, mengarahkan hidup untuk senantiasa memuliakan Allah bukanlah hal yang mudah, karena sering kali kita bertentangan dengan arus dunia tetapi justru di situlah terang Kerajaan menjadi nyata. Ketika kita jatuh, kita bangkit kembali. Ketika kita lemah, kita bergantung pada-Nya. Karena hidup kita adalah panggung bagi kemuliaan Allah maka setiap keputusan, perkataan, dan tindakan adalah kesempatan untuk memuliakan Sang Raja. (RSN)

Questions:
1. Apakah tujuan akhir kehidupan manusia?
2. Bagaimana kita memuliakan Allah melalui hidup kita?

Values:
Memuliakan Allah dimulai dari motivasi kita yang tidak lagi berfokus untuk menyenangkan diri sendiri atau mencari pujian manusia, tetapi untuk menyenangkan hati Tuhan.

Kingdom Quotes:
Setiap detail kehidupan kita adalah kesempatan untuk memuliakan Allah melalui keputusan, perkataan, dan tindakan kita setiap hari.