Program pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencanangkan bahwa pada tanggal 29 Juni adalah Hari Keluarga Nasional. Setiap anak-anak harus menghormati orang tua tanpa syarat sebab itu adalah perintah Tuhan, tetapi untuk orang tua memperoleh rasa hormat dari anak-anak ada syaratnya. Anak-anak menghormati orang tua karena status, peran ataupun bobot nilai keberhargaan yang diberikan anak-anak kepada orang tua. Orang tua menerima rasa hormat dari anak-anak karena mengakui kualitas seseorang berdasarkan karakter dan tindakannya. Siapa saja yang harus kita hormati?
TUHAN
(9) “Muliakanlah (HORMATILAH) TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu.” (Amsal 3:9)
AYAH & IBU
(12) “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.” (Keluaran 20:12)
PEMIMPIN & PEMERINTAH
(12) “Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, ……. dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.” (Roma 13:7)
(17) “Hormatilah semua orang, …….., hormatilah raja!” (1 Petrus 2:17)
ORANG BERUSIA LANJUT
(32) “Engkau harus bangun berdiri di hadapan orang ubanan dan engkau harus menaruh hormat kepada orang yang tua …..” (Imamat 19:32)
PEMIMPIN ROHANI
(17) “Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar.” (1 Timotius 5:17)
SEMUA ORANG
(17) “Hormatilah semua orang…..(Show prosper respect to everyone)” (1 Petrus 2:17)
SUAMI / ISTRI (PASANGAN HIDUP)
(33) “Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.” (Efesus 5:33)
SEBERAPA PENTINGKAH “HORMAT” ITU BAGI TUHAN?
(30) “Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah.” (1 Samuel 2:30)
Kita Menghormati Tuhan bukan karena Dia adalah Allah yang haus akan kehormatan dan penyembahan melainkan karena kita rindu dan mengasihi-Nya lebih mendalam.
(11) ” Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian [GLORY] dan Hormat [HONOUR] dan Kuasa [POWER]” (Wahyu 4:11)
(12) “Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan [POWER], dan hormat [HONOUR], dan kemuliaan (GLORY] dan puji-pujian!” (Wahyu 5:12)
Apabila kita tidak menghormati Tuhan, maka kita tidak akan mengalami kemenangan demi kemenangan. Di dalam Alkitab, tokoh yang terkenal hikmatnya dan terdengar indah suaranya adalah Lucifer. Iblis juga mengetahui bagaimana kita mendapatkan Kekuatan (Power) dan Kemenangan (Glory).
SUBMISSION TO AUTHORITY
(7) “Karena itu TUNDUKLAH kepada Allah, dan LAWANLAH Iblis, maka ia akan LARI dari padamu.” (Yakobus 4:7)
Dengan kita tunduk kepada Allah, maka kita akan memperoleh kekuatan untuk berperang dan Iblis akan lari dari kita. Jika kita mengandalkan gelar,posisi maupun jabatan rohani tidak dapat melawan Iblis dan kekuatannya.
OTORITER >< OTORITAS
(17) “Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya.” (Ibrani 13:17)
Ketika mendengar kata ”otoriter” kira-kira apa yang terlintas di pikiran kita? Otoriter adalah kepemimpinan yang ditujukan bagi kepuasan pribadi sedangkan otoritas bukanlah hal yang seharusnya disalah gunakan bagi oknum untuk kepentingannya sendiri sebab otoritas diberikan bagi pemimpin untuk orang-orang yang dipimpinnya. Apakah kita sedang berjalan dibawah otoritas kita?
HAWA TIDAK TUNDUK KEPADA OTORITAS ADAM (Keluarga Hancur)
(6) “Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia (Hawa) mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.” (Kejadian 3:6)
Iblis menyerang otoritas, Iblis berani memunculkan dirinya di hadapan manusia sewaktu Adam diberi otoritas menjadi suami yakni ketika Hawa telah diciptakan. Kemudian, Iblis menyerang Hawa dengan menjelekkan otoritas yang Tuhan berikan kepada Adam. Akhirnya, keduanya saling menyalahkan dan menerima hukuman dari Tuhan.
HOFNI DAN PINEHAS TIDAK MENGHIRAUKAN OTORITAS IMAM ELI (Orang Tuanya) PELAYANAN MATI
(25) “Jika seseorang berdosa terhadap seorang yang lain, maka Allah yang akan mengadili; tetapi jika seseorang berdosa terhadap TUHAN, siapakah yang menjadi perantara baginya?” Tetapi tidaklah didengarkan mereka perkataan ayahnya itu, sebab TUHAN hendak mematikan mereka.” (1 Samuel 2:25)
Hofni dan Pinehas adalah anak kandung Imam Eli dan pewaris Keimamatan Imam Eli. Mereka tidak menghiraukan otoritas Imam Eli sehingga Tuhan mematikan Hofni dan Pinehas. Ketika pelayanan kita berjalan dengan sukses dan lancar, tetapi tidak menghormati pemimpin rohani di Gereja, menghormati orang tua, maka pelayanan kita tidak berarti dan sia-sia di mata Allah.
Apabila kita melihat kehidupan Ratu Ester, dia adalah orang yang taat pada otoritas dan segala titah dari orang yang berotoritas diatasnya. Dia tidak menceritakan akan identitas kebangsaan dan asal-usulnya seperti yang diberitahukan oleh Mordekhai kepadanya (Ester 2:10). Ratu Ester juga taat ketika menghadap raja agar ia tidak menghendaki sesuatu apa pun selain dari pada yang dianjurkannya oleh Hegai, sida-sida raja, dan penjaga para perempuan (Ester 2:15).
PENUNDUKAN DIRI KEPADA OTORITAS ADALAH HARGA MATI
(16) “………. Aku serta dayang-dayangku pun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.” (Ester 4:16)
Bagi Ester, otoritas merupakan sebuah harga mati yang tidak bisa ditawar. Ester tetap berani melangkah demi kebenaran dan keadilan agar ditegakkan.
KUASA OTORITAS KERAJAAN ALLAH
(13) “Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.” (1 Samuel 16:13)
OTORITAS KERAJAAN ALLAH
(45) “Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, ALLAH segala barisan Israel yang KAUTANTANG itu.” (1 Samuel 17:45)
Daud menghargai dan menghormati urapan dari Nabi Samuel sebab Allah berotoritas atas Daud. Daud menentang Goliat yang menghina dan menantang Allah Israel dengan berani.
(10) Lalu berkatalah Daud kepada Saul: “Mengapa engkau mendengarkan perkataan orang-orang yang mengatakan: Sesungguhnya Daud mengikhtiarkan celakamu? (11) Ketahuilah, pada hari ini matamu sendiri melihat, bahwa TUHAN sekarang menyerahkan engkau ke dalam tanganku dalam gua itu; ada orang yang telah menyuruh aku membunuh engkau, tetapi aku merasa sayang kepadamu karena pikirku: Aku tidak akan menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN (1 Samuel 24:10-11)
HUKUM HUBUNGAN DENGAN TUHAN (HUKUM KE-1)
(3) “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.” (Keluaran 20:3)
Tuhan bukanlah nomor satu dalam kehidupan kita tetapi menjadi satu-satunya dalam kehidupan kita sebagai orang percaya.
HUKUM HUBUNGAN DENGAN SESAMA (HUKUM KE-5)
(12) “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.” (Keluaran 20:12)
Sehebat apapun khotbah, pelayanan maupun gelar kita, tetapi jika kita tidak menghormati orang tua maka semuanya adalah sia-sia sebab menghormati adalah perintah Tuhan.
MENGHORMATI ORANG TUA ADALAH PERINTAH TUHAN
(1) Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. (2) Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu PERINTAH yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: (3) supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. (Efesus 6:1-3)
PERINTAH: ada akibat dari kita melakukan maupun tidak melakukan. Menghormati Orang Tua merupakan bagian dari ketaatan kepada TUHAN.
BERKAT DARI MENGHORMATI ORANG TUA:
Berbahagia (diberkati)
Panjang umur
Berkat kehidupan turun-temurun (Mazmur 133:1-3)
CARA MENDAPATKAN KEHORMATAN (RESPECT):
RENDAH HATI
Kitab Amsal menuliskan bahwa: “Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.” (Amsal 18:12)
INTEGRITAS
Kita melakukan apa yang kita katakan.
TELADAN
Anak-anak mempelajari dan meniru semua perkataan dan tingkah laku orang tuanya. (AH)