HUKUMAN YANG SAH

HUKUMAN YANG SAH 

Bacaan Setahun: 
UI. 4 , 1 Tes. 5 

“Sebab dengan mati-Nya sebagai manusia la telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadisatu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damaisejahtera, dan untuk memperdamalkan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. (Efesus 2:15-16)

Peristiwa hukuman mati dengan cara disalibkan yang ditimpakan kepada Tuhan Yesus tidak dapat dipandang sebagai ketidakadilan. Memang awalnya Dia ditangkap karena rasa dengki dan iri hati para pemimpin agama Yahudi. Bahkan sampai di pengadilan, mereka tidak dapat menghadirkan saksi-saksi yang dapat memberatkan sehingga Pilatus berniat membebaskan Dia seperti yang tercatat dalam Lukas 23:4b “Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini.” Namun akhirnya kesalahan itu muncul ketika Tuhan Yesus menyatakan diriNya sebagai “Akulah Dia” atau Ego Eimi yang dalam bahasa Ibrani sama artinya dengan YHWH atau Yahwe (Markus 14:62). “Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: “Untuk apa kita perlu saksi lagi? Kamu sudah mendengarhujat-Nya terhadap Allah. Bagaimana pendapatkamu?”Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan, bahwa Dia harus dihukum moti” (Mar 14:63-64).

Pada masa itu, hukum agama berlaku dalam masyarakat Yahudi dan menyamakan diri dengan Allah adalah pasal penistaan agama dan dikategorikan sebagai tindak pidana yang paling berat. Karena itu hukuman yang paling pantas adalah hukuman mati. Itulah keadilan yang berlaku sehingga secara hukum, hukuman mati kepada Yesus itu jelas sah secara hukum. Dengan demikian tidak ada lagi hukuman yang lebih berat yang dapat ditanggung manusia selain dari kematian di kayu salib.

Ketika Yesus bangkit dari kematian, maka terbuktilah bahwa Dia sudah menanggung hukuman yang paling berat dan menang atasnya sehingga terbukalah jalan kepada penebusan. Seperti yang dikatakan dalam Galatia 3:13, “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat denganjalan menjadikutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Maka dosa dan kesalahan sebesar apapun semua sudah ditanggung Yesus di kayu salib sehingga setiap orang yang menaruh iman kepadaNya akan mengalami damai sejahtera. Mengapa? Karena proses hukumnya sah sehingga dikatakan dalam Roma 8:33, “Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka?Siapakah yang akan menghukum mereka?” Tidak akan ada tuntutan atau tuduhan-tuduhan dari hati nurani karena yang ada hanya damai sejahtera, yaitu pulihnya hubungan dengan Bapa. Haleluya. (LS)

Questions:
1. Apakah Anda masih merasa takut, tidak ada kepastian masa depan dan tidakada pengharapan?
2. Apakah Anda sudah dapat mengalami damai sejahtera Bapa dan hidup senantiasa dalam sukacita?

Values:
Tidak ada kuasa di alam semesta ini yang dapat mengampuni dosa selain dalam Yesus Kristus Tuhan.

Kingdom Quotes:
Ketika Yesus bangkit dari kematian, maka terbuktilah bahwa Dia sudah menanggung hukuman yang paling berat dan menang atasnya sehingga terbukalah jalan kepada penebusan.