IBADAH YANG SEJATI

IBADAH YANG SEJATI 

Bacaan Setahun: 
Kej. 47-48 
Dan. 8 

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati”. (Roma 12:1)

Dalam Perjanjian Lama, berbagai bahan dan metode harus disiapkan untuk bisa datang beribadah kepada Tuhan dan pada waktu itu hanya Imam besar saja yang diizinkan masuk ke dalam Ruang Maha Kudus hanya sehari dalam setahun, tetapi Daud dapat duduk di hadirat Tuhan, mungkin dalam banyak kesempatan. Daud memang bukan pribadi yang sempurna, tetapi Daud adalah pribadi yang berkenan di hati Tuhan dan yang melakukan segala kehendakNya (Kisah Para Rasul 13:22). Daud mampu membangun persekutuan yang intim dengan Allah. Ini jauh lebih menakjubkan jika kita menyadari bahwa semua ini terjadi sebelum Yesus mati di kayu salib dan merobek tirai antara Allah dan manusia. Intensitas kasih Daud kepada Allah mengatasi penghalang antara dirinya dengan Allahnya.

Begitu banyak proses demi proses yang dihadapi oleh Daud, namun Daud selalu datang kepada Allah dan dipenuhi dengan persekutuan dengan hadirat-Nya yang agung dan mulia sampai benar-benar mampu menjamah hati Allah dan membiarkan hati-Nya menjamah hidup Daud sehingga ia dipenuhi dengan kasih-Nya. Tidak heran sekalipun Daud miskin akan kasih dari orang tua dan saudara-saudaranya namun ia kaya akan kasih Tuhan. Daud senantiasa menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan Allahnya dan memiliki relasi yang intim dengan Tuhan. Ketika diperhadapkan dengan Goliat, Daud berani melawan ketidakbenaran dengan kekuatan Tuhan dan sekalipun Samuel sudah mengurapinya sebagai raja Israel, Daud bersabar menanti waktu dan kesempatan dari Tuhan.

Daud adalah pribadi yang senantiasa dipenuhi dengan rasa bersyukur. Di beberapa kesempatan Daud dapat melakukan pembalasan kepada Saul, namun ia tidak mempergunakan kesempatan itu dan menyerahkan sepenuhnya bahwa hak pembalasan adalah milik Tuhan. Daud juga merupakan pribadi yang memiliki ketaatan untuk bertobat dan mengakui kesalahannya. Ketika nabi Natan menegurnya, Daud tidak sedikitpun berkelit dan membela diri dari dosa-dosanya.

Hal-hal ini adalah ibadah yang sejati yang senantiasa Daud bangun dalam hidupnya. Ibadah yang sejati adalah persekutuan dengan Pribadi Allah yang maha kudus sampai kita benar-benar mampu menjamah hati Allah. Sebagai warga Kerajaan, kita dipanggil untuk menjadi perwakilan Kerajaan Allah dimanapun kita berada. Miliki persekutuan yang intim dengan Allah dengan menjaga kekudusan hidup kita, nyatakan kuasa Allah melalui hidup kita bahwa segala perkara dapat kita hadapi bersama Allah dan jangan melakukan pembalasan karena penghakiman adalah hak Tuhan serta jadilah pribadi yang mudah untuk mengakui kesalahan dan bertobat. Jika hal ini dapat kita latih dan lakukan dalam hidup kita maka kita sedang membangun ibadah yang sejati yang berkenan kepada Tuhan. Amin (RSN)

Questions:
1. Apakah ibadah yang sejati?
2. Hal-hal apa saja yang dapat kita teladani dari kehidupan Daud dalam membangun ibadah yang sejati?

Values:
Dalam Perjanjian Lama, Berbagai bahan dan metode harus disiapkan untuk bisa datang beribadah kepada Tuhan, tetapi Daud secara harafiah dapat duduk di hadirat Tuhan, mungkin dalam banyak kesempatan.

Kingdom Quote:
Ibadah yang sejati adalah persekutuan dengan Pribadi Allah yang maha kudus sampai kita benar-benar mampu menjamah hati Allah.