ICHTUS

ICHTUS 

Bacaan Setahun: 
Mal. 1-4 
Why. 2 
Mzm. 2 

Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang ( 2 Kor 3:2 )

Kekristenan lahir di tanah Yudea, di masa penjajahan pemerintahan Romawi yang lazim berbahasa Yunani. Di tengah Yudaisme, kekristenan dianggap sekte terlarang. Ketika kekristenan berkembang, orang Yahudi menghembuskan isu kekristenan sebagai gerakan politik yang mengancam pemerintahan Romawi. Hal ini mengakibatkan orang Kristen selalu dikejar-kejar, baik oleh para imam Yahudi maupun pemerintah Romawi.

Untuk mengenal lawan atau kawan, orang Kristen mula-mula memakai simbol atau icon, atau sandi berbentuk mirip ikan. Ikan di dalam bahasa Yunani ‘ICHTUS’, kata ini juga adalah akronim dari ‘Ieosus Christos Theou Uios Soter’ artinya “Yesus Kristus Putra Allah Sang Penyelamat”.
Dikisahkan selama era pengejaran dan penyiksaan orang Kristen, jika seorang pengikut Kristus bertemu dengan orang yang baru dikenal, ia akan menggambar sandi berupa sebuah lengkungan sederhana di atas tanah. Apabila orang lain tersebut adalah juga seorang Kristen maka ia akan bisa melengkapi sandi tersebut menjadi seekor ikan dengan menggambar lengkungan kedua.

Di kala genting saat itu icon berbentuk ikan ini menjadi sandi. Tetapi hari ini ICHTUS hanya menjadi icon dan simbol gereja. Simbol ICHTUS (ikan) tentu sangat berarti bagi kekristenan karena kita mengerti arti di balik icon atau simbol itu. Namun, orang Kristen tidak “menyembah dan meng-sakralkan” icon tersebut. Artinya, seandainya ada orang yang tidak suka dan kemudian membakar benda atau gambar simbol ICHTUS, orang Kristen tak akan marah atau sampai mau membunuh orang tersebut. Oleh karena itu, bagi orang Kristen, penghormatan terhadap simbol negara, misalnya bendera merah putih, bukanlah hal yang tabu karena maknanya adalah cinta pada negara dan menghormati sejarah perjuangan, bukan dimaknai menduakan iman kepada Tuhan.

Bagi kita, orang Kristen saat ini, agar orang lain dapat melihat iman kita, bukanlah dengan memakai simbol-simbol agama, tetapi dengan menjadikan hidup kita sumber kebaikan bagi semua orang sehingga setiap orang dapat melihat iman kita. Kita adalah surat terbuka yang bisa dibaca orang lain. Jadilah dewasa dalam beriman (DD)

Questions:
1. Perlukah kita menunjukkan iman kita dengan simbol-simbol kristen?
2. Bagaimana seharusnya sikap yang terbaik menunjukkan iman kita?

Values:
Makna salib adalah hukuman akibat dosa telah ditebus dan dikerjakan oleh Sang Raja, dengan dirinya yang menjadi korban.

Kingdom Quote:
Orang tertarik kepada iman kita bukan karena simbol agama, tetapi kesaksian hidup kita yang terbaca.