IKLAN SABUN

IKLAN SABUN 

Bacaan Setahun: 
Kel. 13-15 , Mzm. 114 

“Jika seluruh tubuhmu terang dan tidak ada bagian yang gelap, maka seluruhnya akan terang, sama seperti apabila pelita menerangi engkau dengan cahayanya.” (Lukas 11:36)

Kita semua tahu sabun, sebagai bahan pembersih dengan busa yang mampu mengangkat kotoran dan lemak yang menempel baik pada tubuh, pakaian, perabotan atau barang-barang lainnya. Sabun muncul dalam macam-macam varian seperti sabun mandi, sabun cuci, shampoo dan lain sebagainya.

Dewasa ini dapat ditemui sangat banyak merek dengan berbagai bentuk, dari batangan, bubuk maupun cairan dengan kemasan berbeda-beda. Untuk memasarkan produknya, masingmasing merek menampilkan iklan dengan narasi yang sebenarnya hampir sama saja yaitu mampu membersihkan noda-noda kotoran, menghilangkan lemak dengan aroma segar dan yang semacam itu. Masing-masing mengiklankan bahwa produknya bukan sabun biasa, tidak sama dengan sabun lainnya. Namun sebenarnya, itulah memang gunanya sabun, jika tidak dapat menghilangkan kotoran, maka itu pasti bukan sabun. Walau memang ada juga beberapa produk yang daya membersihkannya lebih baik dari sabun lainnya, tetapi itu tidak lantas membuatnya menjadi sabun istimewa dan sabun lainnya menjadi bukan sabun. Iklan sabun seringkali bukan menampilkan keunggulan produknya, tetapi sibuk merendahkan produk lainnya agar sabunnya menjadi seolah-olah ada di atas. Itulah iklan sabun.

Di medsos sekarang ini muncul perdebatan teologis di mana hampir-hampir tidak ada lagi batasan khususnya bagi pihak yang menyerang kekristenan. Alih-alih menampilkan keunggulan agamanya, malah sibuk beriklan sabun menyerang alkitab, merendahkan dan menempatkan kebenaran Alkitab di bawah. Tentu saja muncul anak-anak Tuhan yang berusaha membela imannya dengan berapologetika. Tetapi sayangnya beberapa orang terpeleset dengan ikut beriklan sabun lalu terkena undang-undang pasal penistaan agama yang memang lebih banyak menyasar kaum minoritas. Tentu saja kemudian, banyak waktu harus dihabiskan di penjara. Orang lantas mengeluhkan hal ini sebagai ketidakadilan, tetapi itulah dunia.

Tuhan Yesus sendiri pernah berkata; “Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.” (Yohanes 15:19) Dunia memang tidak pernah memihak kepada anak-anak terang, karena dunia gelap. Kita dipanggil untuk menjadi terang di tengah kegelapan dan bukan untuk mencela dan mengutuki kegelapan seperti yang dikatakan dalam Lukas 11:35 “Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan.”

Oleh karena itu, dari pada sibuk beriklan sabun, marilah perhatikan hidup kita. Perhatikan sikap hidup kita di tengah masyarakat, saat bekerja, saat di jalan atau di mana saja kita berada. Apakah hidup kita menjadi terang, sebagaimana sabun membersihkan kotoran, seperti itulah terang akan membersihkan kegelapan. Halleluyah. (LS)

Questions:
1. Apakah dalam setiap tindakan anda memperhatikan kesaksian hidup anda? Apakah anda sadar bahwa selalu ada orang lain yang akan terpengaruh dengan tindakan anda?
2. Apa rencana anda menghadapi para penyerang keyakinan itu?

Values:
Sebagaimana sabun membersihkan kotoran, seperti itulah terang akan membersihkan kegelapan.

Kingdom’s Quotes:
Kebenaran bukanlah untuk diiklankan dengan kata-kata tetapi dengan perbuatan.