IMAN SEBESAR BIJI SESAWI
Bacaan Setahun:
1 Tawarih 4:9 – 5:26
Roma 11:11–32
Mazmur 89:19–29
“Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” (Matius 17:20b)
Banyak orang percaya hidup berdasarkan apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan. Ketika keadaan terlihat sulit, mereka menjadi takut. Ketika doa belum dijawab, mereka mulai ragu. Kehidupan penuh iman tidak berarti kita menyangkal kenyataan. Iman juga bukan berpura-pura bahwa masalah tidak ada, tetapi iman adalah memilih percaya bahwa kuasa Tuhan lebih besar daripada masalah yang sedang dihadapi.
Melalui perumpamaan ini Yesus tidak sedang mengajarkan tentang besar kecilnya iman, melainkan tentang sifat iman yang hidup dan murni. Biji sesawi adalah salah satu benih terkecil, tetapi memiliki kehidupan di dalamnya dan mampu bertumbuh menjadi besar. Melalui biji sesawi yang kecil Yesus sedang mengajarkan tentang iman yang hidup, walaupun terlihat kecil, tetapi mampu menghasilkan dampak besar ketika ditempatkan kepada Tuhan yang benar. Iman sejati bukan tentang seberapa kuat kita merasa, melainkan seberapa besar kita mempercayai Tuhan.
Iman adalah keyakinan bahwa realitas Kerajaan Allah lebih tinggi daripada keadaan dunia. Mungkin saat ini ada “gunung” di depan kita yang terasa tidak mungkin dipindahkan. “Gunung” dalam hidup kita bisa berbicara tentang penyakit yang belum sembuh, pergumulan ekonomi, keluarga yang belum dipulihkan, pelayanan yang terasa berat, atau doa yang belum dijawab. Secara manusia, semua itu terlihat mustahil. Tetapi Yesus berkata bahwa iman sebesar biji sesawi dapat memindahkan gunung. Artinya, Tuhan tidak sedang mencari orang yang sempurna, melainkan hati yang mau percaya dan bersandar kepada-Nya.
Ketidakpercayaan lahir ketika seseorang lebih percaya pada apa yang terlihat daripada pada apa yang Tuhan katakan. Itulah sebabnya banyak orang kehilangan pengharapan ketika keadaan tidak berubah. Mereka fokus pada besarnya gunung, bukan pada kebesaran Tuhan. Yesus tidak berkata bahwa kita membutuhkan iman raksasa untuk memindahkan “gunung” tetapi cukup iman sebesar biji sesawi dapat memindahkan “gunung” karena kuasa sebenarnya bukan terletak pada kemampuan kita, tetapi pada Allah yang kita percayai.
Iman sebesar biji sesawi adalah keberanian untuk mengundang realitas surga masuk ke situasi hidup kita yang mustahil. Walaupun kecil, iman itu tetap percaya, tetap berharap, tetap berdoa dan tetap bertindak. Banyak mujizat terjadi bukan karena kita memiliki “iman yang sempurna,” tetapi karena kita mau memberi ruang bagi Tuhan untuk bekerja. (RSN)
Questions:
1. Apa yang Anda pahami tentang iman sebesar biji sesawi?
2. Apakah Anda lebih fokus pada besarnya masalah atau pada kebesaran Tuhan?
Values:
Iman sebesar biji sesawi adalah keberanian untuk mengundang realitas surga masuk ke situasi hidup kita yang mustahil dan mau memberi ruang bagi Tuhan untuk bekerja.
Kingdom Quotes:
Iman sejati bukan tentang seberapa kuat kita merasa, melainkan seberapa besar kita mempercayai Tuhan.