Jangan Biarkan Pelitamu Padam | Pdt. Hartono Wijaya

(14) “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. (15) Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. (16) Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:14-16)

Tuhan berfirman kepada murid-murid-Nya bahwa mereka adalah terang dunia dan bukan akan dijadikan terang oleh Tuhan. Demikian pula, kita adalah terang Kristus yang menghadirkan cahaya kebenaran. Mengapa? Sebab Kristus sang Terang Kebenaran itu ada dan hadir dalam diri kita sebagai orang percaya. Tetapi, terkadang pelita dalam hidup kita sering padam oleh karena hal-hal yang memicunya tanpa kita sadari.

BEJANA YANG RETAK (BERKUTAT DENGAN DOSA)

(13) “Dan kantong-kantong anggur ini masih baru ketika kami mengisinya; tetapi sekarang, lihatlah! Sudah robek-robek. Pakaian kami dan sepatu kami pun sudah rusak karena perjalanan yang jauh ini.” (Yosua 9:13)

Banyak orang yang mengikut Tuhan akhirnya merasakan sesuatu yang hambar, pelitanya menjadi padam dan justru banyak orang-orang percaya yang menjadi batu sandungan bagi sesamanya. Sebagai orang percaya, kita harus mengevaluasi hidup kita untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan agar bejana yang retak dapat kita perbaiki.

(2) “Engkau telah menggoncangkan bumi dan membelahnya; perbaikilah retak-retaknya, sebab bumi telah goyang. (Mazmur 60:2 (60-4))

Kita dikehendaki oleh Tuhan untuk memperbaiki bejana yang retak yang kita miliki. Mungkin kehidupan kita mengalami keretakan oleh hal-hal yang dipicu melalui lingkungan sekitar kita, tetapi marilah kita memperbaikinya oleh pertolongan dan kekuatan dari Tuhan.

SUMBU YANG KOTOR (HUBUNGAN / DOA YANG TIDAK KONSISTEN)

(20) “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.” (Matius 12:20)

Sumbu yang kotor menggambarkan hubungan dan doa orang percaya kepada Tuhan mulai tidak konsisten karena perjalanan panjang dalam mengiring Tuhan, sebaliknya orang percaya haruslah senantiasa menjaga dan memelihara pelitanya agar tidak padam serta lebih dalam mengasihi Tuhan selama mengiring Tuhan dalam kehidupannya.

Roh Kudus hadir dalam hidup orang percaya yang menolong kita dan kita diminta untuk berdoa setiap waktu. Kita harus berjaga-jaga dalam menghadapi sesuatu melalui doa setiap waktu (Efesus 6:18). Kita harus meresponi hubungan dengan Tuhan melalui doa dengan benar.

MINYAK PERSEDIAAN (FIRMAN HIDUP HARUS TERISI SETIAP HARI)

(13) “karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.” (Filipi 2:13)

Allah mengerjakan karya-Nya di dalam hidup kita untuk kita melakukan perbuatan-perbuatan yang harus kita persiapkan di akhir zaman ini, tetapi ada bagian dari pihak manusia untuk mengerjakan dan meresponinya pula. Namun, terkadang manusia enggan mengerjakannya seperti Perumpamaan Gadis-Gadis Yang Bijaksana Dan Gadis-Gadis Yang Bodoh.

Hidup orang percaya harus menjaga sikap dan tidak bersungut-sungut agar hidup kita semakin baik dan dipulihkan oleh Tuhan (Filipi 2:14). Seperti minyak yang diisi di dalam pelita, demikian Firman Tuhan juga harus terisi dalam hidup kita.

Tuhan menghendaki kita untuk hidup sebagai terang yang tanpa aib dan tanpa noda di tengah-tengah angkatan yang belok (Filipi 2:15). Firman Tuhan tidak hanya diisi pada hari Minggu, namun setiap hari untuk mengetahui jalan-jalan oleh Tuhan bagi kehidupan kita.

 (16) sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.”
(Filipi 2:16)

Terkadang, ada orang yang mengalami putus asa dalam mengikuti Tuhan ketika menghadapi persoalan. Kita tidak boleh merasakan BAPER (Bawa Perasaan), sebab Hamba Tuhan dan rekan seiman senantiasa mendoakan kita dalam menghadapi tantangan.

API PEMANTIK

(47) “Beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku akan menyalakan api di dalammu yang akan memakan habis setiap pohon yang hidup padamu dan setiap pohon yang layu kering. Apinya yang sedang bernyala-nyala tidak akan padam dan semua muka dari selatan sampai utara akan terbakar kepanasan olehnya.” (Yehezkiel 20:47)

Jika hubungan dengan Tuhan terputus, maka api pelita kita akan padam. Oleh karenanya, hendaknya kita menjaga dan memelihara hubungan dengan Tuhan melalui doa dan perenungan firman Tuhan supaya kita semakin bergairah membangun hubungan yang intim dengan Tuhan. Orang-orang akan melihat Kristus, sang Api Pemantik dalam hidup dan kesaksian kita.

(48) Dan setiap manusia akan melihat, bahwa Aku, Tuhanlah yang memasangnya; api itu tidak akan padam.” (Yehezkiel 20:48)

Jika Tuhan sudah memasangkan api dalam hidup kita, maka api itu tidak akan padam. Tetapi, jika hidup kita menjauh dari Tuhan, maka api Tuhan akan padam dalam hidup kita yang tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.

UDARA /OXYGEN

(13) “Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.” (Yeremia 2:13)

Kita harus menghadirkan pelita Tuhan bukan di ruang hampa, tetapi di tengah kehidupan yang buruk dan persoalan hidup. Tuhan sedang memproses dan membangun diri kita di tengah-tengah persoalan hidup kita agar pelita kita menyala.

(14) Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.” (Lukas 15:14)

Jika kita tidak sungguh-sungguh hidup berbagi seperti Perumpamaan Anak Yang Hilang yang menghamburkan uang dan berfoya-foya, maka bencana akan mulai kita rasakan. Hidup orang percaya dirancang dengan luar biasa oleh Tuhan agar kita saling membantu satu dengan yang lain.

POSISI YANG BENAR (TEMPATKAN DIRI SEBAGAI TERANG)

(13) “Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.” (Matius 5:15)

Jika kehidupan hanya mengejar hal-hal duniawi, pelita kita akan padam. Namun, ketika kita meletakkan apa yang sudah Tuhan letakkan di atas kaki dian yakni di posisi yang benar, maka pelita akan menerangi seisi rumah tersebut. Maka, marilah kita menempatkan posisi kita sebagai terang yang benar.

(14) Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” (1 Korintus 15:33)

Kita memiliki hikmat melalui hubungan yang kita bangun dengan Tuhan untuk mencegah kita dari model-model penipuan di akhir zaman ini. Kita harus menempatkan posisi dan identitas kita secara benar untuk mengenal kehendak Allah dengan benar.

Pahami kehendak Allah di dalam panggilan kita. Identitas kita sebagai orang percaya adalah terang dunia. Agar hidup kita senantiasa memancarkan terang perbaharui bejana yang retak, bersihkan sumbu yang kotor, selalu sediakan minyak cadangan dan jangan tinggalkan api pematik. Jangan keluar dari hadirat Allah yang adalah Sang Sumber Terang sehingga kita senantiasa berada pada tempat yang tepat memancarkan terang bagi dunia. Amin (AH).