JANGAN KENDOR KERAJINANMU!

JANGAN KENDOR KERAJINANMU! 

Bacaan Setahun:
2Taw. 10:1–12:16
1Kor. 14:1–19
Ams. 20:15–24

“Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” (Roma 12:11)

Dalam membangun bisnis maupun pelayanan, hal apa yang paling sulit dipertahankan? Anda bisa setuju atau tidak dengan saya. Namun jawaban adalah komitmen dan konsistensi. Banyak hubungan bisnis yang gugur di tengah jalan, karena salah satunya tidak komitmen atau melanggar komitmen. Banyak bisnis gulung tikar, karena dalam menjalankan bisnisnya tidak konsisten. Akibatnya, target tidak tercapai dan Key Performance Indicator (KPI) menunjukkan hasil yang buruk.

Hal ini pun juga terjadi di dalam pelayanan. Mari melek dengan sekeliling kita! Bukankah banyak relasi di dalam rekan pelayanan menjadi rusak karena ada yang tidak memegang komitmen. Ekspektasi tidak sesuai dengan eksekusi. Tidak hadirnya keributan terjadi, yang berujung mogok melayani, mundur dari pelayanan, dan hengkang dari gereja. Bahkan, pelayanan yang kita lakukan akan menjadi hambar, bila tidak konsisten di dalamnya.

Komitmen dan konsisten berjalan beriringan. Kalau kita mau melihat ada dampak yang dihasilkan dari bisnis yang kita bangun, dari pelayanan yang kita bangun, maka kita harus memeliharanya dengan komitmen dan konsistensi. Kita tidak bisa berharap bisnis bertambah besar terjadi, kalau pelaku bisnisnya moody, tidak komitmen, dan tidak konsisten. Demikian di dalam pelayanan. Pelayanan yang kita bangun dasarnya adalah kasih. Kasih kepada siapa? Kasih kepada Kristus. Kalau kita sadar yang kita bangun karena kita mengasihi Kristus, maka kita akan memelihara komitmen dan konsistensi kita. Coba renungkan sejenak, apakah kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan Yesus? Perlukan Yesus mengulang 3 kali pertanyaan yang sama kepada kita, seperti yang Ia tanyakan kepada Petrus? “Apakah engkau mengasihi Aku?”

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor! Kalau ada yang mulai malas, mundur, timbul tenggelam, mari perbaharui komitmen Anda! Kita harus lebih rajin, kita harus lebih giat, kita harus lebih antusias daripada orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Mengapa? Karena di dalam diri kita ada Kristus, yang durapi. Kita adalah orang-orang yang dirupai, sehingga kita ‘berbeda’ dengan dunia. Bagaimana pengurapan itu terus mengalir dan dapat dirasakan? “Biarlah rohmu menyala-nyala.” Bangun kehidupan spirit Anda di tempat-tempat rahasianya Tuhan, jangan kasih kendor. Yang terjadi di alam roh termanifestasi di alam nyata. Orang yang rajin memelihara kehidupan rohaninya, pasti berdampak nyata di kehidupan jasmaninya.

Pelayan-pelayan Tuhan yang mengalami burnout, perbaharui komitmen Anda. Jaga api itu tetap menyala. Kharus konsisten, di dalam perkataan dan juga di dalam tindakan kita. Layanilah Tuhan dengan segenap hatimu, dengan segenap kekuatanmu, dan dengan segenap akal budimu. Jangan setengah-setengah, apalagi setengah mati. Ingatlah keadaanmu yang semula, ketika Tuhan memanggilmu. (LA)

Questions:

  1. Dalam membangun bisnis dan pelayanan, hal apa yang paling sulit dipertahankan?
  2. Bagaimana cara Anda memelihara komitmen dan konsistensi Anda baik di dalam bekerja maupun di dalam melayani Tuhan?

Values:
Kesadaran kita akan kasih Yesus yang begitu besar kepada kita, seharusnya tidak mengendorkan kerajinan kita di dalam bekerja maupun melayani Tuhan.

Kingdom Quotes:
Komitmen dan konsistensi ibarat kendaraan dan bahan bakarnya. Kendaraan bisa berfungsi maksimal bila terisi dengan bahan bakar. Demikian kerajinan dapat berdampak bila ada komitmen dan konsistensi.