JANGANLAH KAMU HERAN!

JANGANLAH KAMU HERAN! 

Bacaan Setahun:

Kel. 9:1 – 10:29, Mat. 26:69 – 27:10, Mzm. 20:1–9

“Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.” (1 Petrus 4:12)

Ungkapan “janganlah kamu heran” menyatakan sesuatu yang lazim terjadi dan tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Frasa ini menegaskan bahwa proses yang dialami oleh setiap anak Tuhan merupakan bagian yang wajar dalam perjalanan iman. Ujian dan pencobaan bukanlah sesuatu yang asing, melainkan sarana pembelajaran iman agar kita semakin matang dan dewasa, baik dalam cara berpikir maupun dalam setiap tindakan yang kita lakukan. Melalui ungkapan ini, Rasul Paulus seolah ingin menegaskan bahwa ujian adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pembentukan iman orang percaya.

Kata asli “Janganlah kamu heran” yang dimaksud di atas lebih memiliki arti kata yang menghibur, supaya kita memperoleh kekuatan untuk menjalani semua proses ujian tersebut, karena kita tahu semua ujian ataupun pencobaan yang terjadi tidak akan pernah melebihi kekuatan kita. 1 Korintus 10:13, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaanpencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

Oleh karena itu, ketika ujian datang, sekalipun terasa sangat berat, kita tidak seharusnya menjadi tawar hati atau patah semangat. Sebaliknya, kita dipanggil untuk tetap beriman dan percaya bahwa Tuhan setia menyertai kita. Setiap keadaan yang diizinkan terjadi dalam hidup kita dipakai Tuhan untuk menghadirkan kebaikan dan membentuk karakter kita.

Kita perlu menyadari bahwa setiap ujian bukanlah tanda Tuhan meninggalkan kita, melainkan bagian dari proses pembentukan iman. Seperti emas yang dimurnikan melalui api, demikian pula iman kita dikuatkan melalui berbagai ujian dan penderitaan. Melalui proses tersebut, Tuhan sedang membentuk ketekunan, kerendahan hati, dan pengharapan yang teguh di dalam diri kita.

Penderitaan bukanlah akhir dari perjalanan iman, melainkan awal dari proses yang membawa kita menuju kedewasaan rohani. Tuhan kita adalah Tuhan yang setia. Ia tidak pernah terlelap ataupun tertidur dalam menjaga kehidupan umat-Nya. Oleh sebab itu, marilah kita tetap beriman, tetap percaya, dan menyerahkan segala kekhawatiran kita kepada-Nya. Ia akan menyertai setiap langkah kita dan memampukan kita menghadapi ujian yang paling berat sekalipun dalam perjalanan iman kita. Seperti yang tertulis dalam Mazmur 121:4, “Sesungguhnya, tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.” (TL)

Questions:

1. Pernahkah Anda menghadapi ujian terberat dalam hidup? Bagaimana Tuhan menolong Anda melewatinya?
2. Bagaimana proses ujian tersebut menumbuhkan iman dan mendewasakan Anda secara rohani? Diskusikan!

Values:

Pandanglah ujian sebagai sesuatu yang wajar, dengan demikian, kita akan mampu menjalaninya dengan penuh sukacita dalam ucapan syukur.

Kingdom Quotes:

Proses merupakan sarana yang baik untuk menyadarkan kita akan keterbatasan diri, sehingga kita tidak menjadi sombong dan tetap hidup dalam kerendahan hati.