KARENA ANDA BERHARGA

KARENA ANDA BERHARGA 

Bacaan Setahun:

Mrk. 15:1-20
1 Raj. 10
Hos. 11:12-12:14

“Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.” (1 Petrus 2:21)

April lalu kita merayakan Paskah, dan di akhir tahun nanti, Natal. Dua momentum ini mengingatkan kita bahwa Tuhan kita penuh kasih—dan bahwa melalui salib, kita dipulihkan sebagai umat yang kudus dan dikembalikan kepada identitas kita yang semula: umat Allah yang dikasihi.

Mari bayangkan kita berkata pada sekelompok siswa kelas 9, “Minggu depan kita akan pergi ke suatu tempat yang indah.” Mereka pasti langsung semangat menyiapkan barang. Namun, pada hari keberangkatan, kita justru membagikan tenda dan peralatan berkemah, lalu berkata, “Bawa semua ini, ya. Kita akan berjalan kaki ke sana.” Kira-kira, berapa banyak yang masih ingin ikut? Zaman sekarang, orang lebih memilih yang instan, cepat, dan nyaman. Ke minimarket di ujung gang pun lebih suka naik motor. Bahkan studi dari Stanford University menyatakan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara paling “mager” alias malas bergerak di dunia. Atau skenario ini: Anda akan diberi rumah mewah, gratis. Syaratnya, anda hanya bisa menikmati selama 5 tahun, lalu akan ditinggalkan kerabat dan meninggal karena penyakit kritis. Pilih sehat dan rukun dengan keluarga, bukan?

Namun Tuhan justru rela melakukan sesuatu yang jauh lebih ekstrem. Ia yang Mahakuasa, yang hanya perlu berfirman untuk menciptakan alam semesta, rela menjadi manusia biasa. Ia lahir sebagai bayi yang tak berdaya, mengalami lapar, kedinginan, sakit, dan berbagai bentuk penderitaan lainnya. Bahkan sejak awal, Ia sudah mengetahui cara kematianNya. Namun respons-Nya bukan menghindar, apalagi mengeluh—Yesus justru memilih berdoa, bukan “flexing” atau pamer kekuatan seperti yang kerap kita lihat di media sosial saat ini. Untuk siapakah semua itu? Untuk setiap manusia, termasuk kita yang kadang tidak sadar atau malah menyepelekan pengorbanan-Nya.

Bukan hanya penderitaan salib yang patut direnungkan, tetapi sejak bersedia lahir sebagai manusia pun, Tuhan sudah menunjukkan kasih yang luar biasa. Ia masuk ke dunia yang rapuh ini demi merancang karya keselamatan sejak semula.Karena itu, jangan buang waktumu untuk hal yang sia-sia. Jangan sia-siakan talenta yang Tuhan sudah percayakan kepadamu. Berikanlah yang terbaik bagi Dia yang telah lebih dulu memberikan segalanya. Bukan karena kita mampu membalas-Nya, tetapi karena kasih-Nya begitu besar. Mengapa? Karena bagi-Nya, kamu layak diperjuangkan. Ya, kamu sangat berharga di mata-Nya. (SO)

Questions:
1. Apa tujuan Tuhan mengijinkan ketidanyamanan dalam hidup kita?
2. Maukah anda dengan sukacita mengalami ketidaknyamanan dalam mengikut Yesus?

Values:
Maksimalkan usaha kita mengimbangi pengorbanan Yesus untuk menyukakan hati Tuhan.

Kingdom Quotes:
Ada dua macam pagar yang Tuhan dirikan. Pagar perlindungan dari yang jahat dan pagar penderitaan untuk mencegah kita berbuat jahat. (John Bunyan)