KASIH ALLAH DAN KETABAHAN KRISTUS

KASIH ALLAH DAN KETABAHAN KRISTUS 

Bacaan Setahun: 
2 Taw. 2-5 
1 Pet. 3 

“Kiranya Tuhan mengarahkan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus” (AYT – 2 Tesalonika 3:5).

Apa yang menjadi doa Rasul Paulus di sini merupakan esensi kehidupan yang menjadi fokus setiap orang percaya yaitu supaya hati kita mengarah kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus.

Pengorbanan Yesus Kristus adalah puncak kasih Allah. Kristus menunjukkan ketabahan-Nya menanggung segala penghinaan dan dosa dunia. Paulus berpesan kepada jemaat di Tesalonika yang sedang mengalami pergumulan. Paulus mengarahkan, mendoakan sekaligus mengingatkan melalui suratnya. Ada Allah yang penuh kasih dan ada Kristus yang begitu tabah. Sikap Kristus menjadi teladan kita. Mengenai ketabahan Kristus, kita diingatkan akan ketabahan-Nya dalam menjalani penderitaan demi penderitaan yang dialami-Nya. Ia harus melewati Via Dolorasa, jalan ke salib yang begitu pahit, penuh sengsara namun dia tidak berhenti di tengah jalan. Kristus tabah menjalaninya hingga berakhir di titik perhentian di Golgatha. Semua itu dilakukan karena kasih-Nya yang besar untuk menyelamatkan manusia.

Kristus menderita dan tabah melakukan semua itu demi keselamatan manusia. Pengorbanan-Nya, kematian-Nya, dan kebangkitan-Nya, serta kenaikan-Nya ke surga dan mengutus Roh Kudus untuk menyertai kita adalah satu rangkaian kesempurnaan penyertaan Allah dan bukti kasihNya kepada kita. Jadi kasih Allah dan ketabahan Kristus tidak dapat terpisahkan karena Kristus tabah dan Ia setia, sebab Ia mengasihi kita. Apa yang Paulus nasihatkan di sini adalah memfokuskan kembali hati kepada kasih Allah. Dia menjadi Pembela bagi kita. Dia mengangkat kita menjadi anak-anak-Nya, dan dengan demikian menjadi sebuah kepastian yang tak terbantahkan bahwa kasih-Nya itulah yang akan selalu mengawal kehidupan kita. Lebih lengkap lagi kalau kita kaitan kasih ini dengan bukti nyata yaitu ketabahan Kristus!

Kalaupun saat ini kita sedang dalam pergumulan yang berat, arahkanlah mata kita kepada Golgota karena di situlah bukti kasih-Nya yang besar. Kalau nyawa anak-Nya saja diberikan kepada kita sebagai bukti bahwa Bapa mengasihi kita, masakan dalam kehidupan kita sehari-hari Ia tidak menyertai kita dan mencukupi kebutuhan kita? Jangan pernah meragukan kasih dan kesetiaan-Nya kepada kita. (DH)

Questions:
1. Apakah keteladanan Kristus dalam hidup kita?
2. Dalam hal apakah kita meneladani ketabahan Kristus?

Values:
Kasih Allah dan ketabahan Kristus adalah 2 hal yang tak dapat dipisahkan.

Kingdom Quote:
Kasih Allah nyata pada Kristus yang tabah.