KEBENARAN YANG SEPOTONG

KEBENARAN YANG SEPOTONG 

Bacaan Setahun:

Ayb. 1:1 – 3:26
Mat. 18:10 – 35
Mzm. 16:1–11

Kata Pilatus kepada-Nya: “Apakah kebenaran itu?” (Yohanes 18:38a)

Suatu hari, iblis berjalan bersama salah satu anak buahnya. Mereka melihat seseorang memungut sesuatu yang tampak bercahaya. “Apa yang ditemukan orang itu?” tanya anak buah iblis. “Sepotong kebenaran,” jawab iblis. “Tidakkah engkau gusar melihat bahwa yang ditemukan itu hanyalah sepotong kebenaran?” tanya anak buah iblis lagi dengan heran.“Tidak!” sahut iblis. “Aku justru memperhatikan dan berharap ia akan mendirikan agama dari sepotong kebenaran itu.”

Kebenaran yang hanya sepotong jauh lebih berbahaya daripada dusta yang sepenuhnya palsu. Melalui potongan kebenaran, manusia sering berusaha membangun kebenaran yang mereka klaim mutlak. Lihat saja mereka yang mengaku sebagai nabi paling benar, lalu mendirikan agama yang dianggap “paling benar” demi mengumpulkan sebanyak mungkin pengikut. Celakanya, banyak orang terpesona oleh kebenaran yang terpotong seperti itu, bahkan rela menyerahkan hidup demi sesuatu yang tidak utuh.

Pilatus pun berhadapan dengan teka-teki ketika Yesus menyatakan bahwa Ia datang untuk bersaksi tentang kebenaran. Kebenaran seperti apa? Apakah itu juga kebenaran yang sepotong? Tidak! Yesus tidak membawa kebenaran yang terbelah, tetapi kebenaran yang utuh, sebab Ia sendiri adalah kebenaran. Yesus berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6).

Yesus adalah kebenaran! Ia merupakan standar kebenaran Allah. Dalam Perjanjian Lama dikatakan bahwa “Taurat Allah benar” (Mazmur 119:142); “perintah Allah adalah benar” (Mazmur 119:151); “dasar firman Allah adalah kebenaran” (Mazmur 119:160). Dengan kata lain, Allah menyatakan bahwa sebagai Penguasa alam semesta, Ia berhak menyandang gelar Kebenaran. Segala yang keluar dari mulut-Nya adalah kebenaran. Dan kita tahu bahwa Yesus adalah firman yang menjadi manusia (Yohanes 1:1, 14). Dialah kebenaran yang mutlak!

Di dunia ini kita menemukan banyak bentuk kebenaran. Namun kita percaya bahwa kebenaran yang sejati dan utuh hanyalah kebenaran Allah. Yesus adalah kebenaran itu! Karena itu, sebagai pengikut Kristus, kita harus berhati-hati terhadap “kebenaran sepotong” yang sering terdengar meyakinkan, tetapi sesungguhnya menyesatkan. Kita dipanggil untuk berpegang pada kebenaran yang sejati—kebenaran yang bersumber dari Allah dan dinyatakan sepenuhnya dalam diri Yesus Kristus, satu-satunya jalan menuju hidup yang kekal. (DH)

Questions:

1. Bagian mana dari firman Tuhan yang sering anda abaikan sehingga kebenaran itu tidak lagi utuh dalam hidup anda?
2. Apakah anda sungguh menjadikan Yesus sebagai standar kebenaran dalam setiap keputusan dan keyakinan anda?

Values:

Kebenaran manusia dapat terpotong, tetapi kebenaran Allah selalu utuh dan tidak berubah.

Kingdom Quotes:

Di tengah banyak suara yang menawarkan kebenaran, hanya Yesus yang adalah Kebenaran itu sendiri.