KEDEWASAAN BUKAN USIA
Bacaan Setahun:
Yoh. 8:21-47
2 Taw. 2:17-5:1
Mal. 1:1-2:9
“Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!” (1 Korintus 14:20)
Sering kali kita mengukur kedewasaan dari usia atau berapa lama seseorang menjadi orang Kristen. Padahal, Alkitab dengan jelas menegaskan bahwa kedewasaan sejati bukan soal usia, tapi soal sikap hati dan cara berpikir. Rasul Paulus menasihati jemaat di Korintus agar tidak bersikap kekanak-kanakan, melainkan bertumbuh menjadi dewasa dalam Kristus.
Kedewasaan rohani adalah proses menjadi semakin serupa dengan Kristus — dalam karakter, keputusan, dan respons kita terhadap kehidupan. Itu bukan sesuatu yang terjadi otomatis seiring berjalannya waktu. Ada banyak orang yang telah lama ikut Tuhan, aktif dalam gereja, bahkan memimpin pelayanan, tetapi masih belum dewasa secara rohani.
Apa tandanya seseorang belum dewasa rohani? Mereka mudah tersinggung, tidak bisa ditegur, hanya mau terlibat jika tampil di depan, tidak konsisten dalam iman, dan gampang mundur saat menghadapi tekanan. Paulus menyebut orang semacam ini sebagai “bayi rohani” yang masih butuh susu dan belum mampu menerima makanan keras (1 Korintus 3:1-2).
Sebaliknya, orang yang dewasa rohani memiliki sikap hati yang rendah, setia, bisa membedakan yang baik dan jahat, dan berani bertanggung jawab. Mereka tidak hidup untuk menyenangkan diri sendiri, tetapi hidup untuk menyenangkan Tuhan.
Mengapa penting menjadi dewasa secara rohani? Karena hanya orang yang dewasa yang dapat dipercaya Tuhan untuk tugas-tugas besar. Mereka menjadi terang dan teladan di tengah dunia yang gelap. Pemuda seperti Daniel, Yusuf, dan Maria ibu Yesus dipakai Tuhan secara luar biasa bukan karena usia mereka, tapi karena kedewasaan iman mereka.
Bagaimana kita bisa bertumbuh menjadi dewasa? Firman Tuhan berkata, “Makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.” (Ibrani 5:14). Artinya, kita perlu melatih diri lewat firman Tuhan, hidup dalam komunitas yang sehat, menerima teguran, dan dipimpin oleh Roh Kudus.
Kedewasaan bukan hasil dari pengalaman semata, tetapi hasil dari ketaatan yang konsisten. Dunia boleh mengagungkan kesenangan masa muda, tapi Tuhan mencari pemuda yang hatinya mau dibentuk dan diperlengkapi untuk hal-hal besar. Mari jangan hanya menua, tapi pilihlah untuk bertumbuh. Tua itu pasti, dewasa itu pilihan. (DD)
Questions:
1. Apakah ada area dalam hidup di mana Anda masih bersikap kekanak-kanakan secara rohani?
2. Siapa yang Tuhan tempatkan di sekitar Anda untuk membantu pertumbuhan rohani — apakah Anda terbuka untuk ditegur dan dibentuk?
Values:
Hanya warga Kerajaan yang dewasa rohani yang bisa dipercaya Tuhan untuk membawa pengaruh dan berdampak di tengah dunia ini.
Kingdom Quotes:
Kedewasaan rohani tidak datang otomatis sesuai usia, tetapi melalui komitmen untuk terus belajar, taat, dan kesediaan dibentuk oleh Tuhan.