KEPUTUSAN ABRAHAM
Bacaan Setahun:
Kel. 13:1 – 14:31, Mat. 27:45–66, Ams. 4:20–27
“Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.” (Kejadian 12:4)
Tahun ini kita memasuki ‘TAHUN KEPUTUSAN’. Artinya, ada andil kita atau inisiatif dari kita untuk melangkah dan mengambil keputusan. Tuhan telah membawa kita mengalami pengalaman-pengalaman yang supernatural di tahun 2025, dan sekarang bagian kita adalah memutuskan apa yang akan kita lakukan selanjutnya.
Ketika Tuhan berfirman kepada Abraham, Abraham tidak berargumen dengan Tuhan, apalagi sampai membantah Tuhan. Abraham berkeputusan mengikuti apa yang Tuhan firmankan kepadanya. Abraham memilih untuk taat tanpa bertanya.
Di masa tahun persiapan kemarin, ada banyak yang Tuhan mau kita lakukan, agar jangan seorang pun dari kita tertinggal karena tidak waspada atau berjaga-jaga. Seperti Abraham, apakah kita berkeputusan untuk taat, atau masih berargumen tentang kedatangan Tuhan? Ada yang betul-betul melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Mereka hidup berbenah, ada perubahan di dalam kehidupan spiritual mereka, sehingga hidup mereka mengalami Tuhan setiap hari. Ada yang santai saja, menganggap berita kedatangan Tuhan bukan hal yang pasti, sehingga mereka masih terlena dengan kenikmatan dunia.
Memang Tuhan memberi kita kehendak bebas untuk memilih, IA tidak suka memaksa umat-Nya. Namun, bukan berarti kita hidup tanpa tuntunan yang jelas atau di area abu-abu. Hidup kita bergantung kepada firman-Nya, dan itu adalah kehidupan bagi setiap orang percaya. Tidak ada kompromi atau tawar menawar di area itu. Mengikuti firmanNya = memperoleh kehidupan, memperoleh janji Tuhan. Inilah yang dilakukan Abraham sebagai Bapa orang percaya. Ketaatan tanpa bertanya/berargumen. Sekali Tuhan berfirman, saat itu juga ia melakukannya.
Keputusan Abraham : pertama, Ia pergi dari negerinya, dari sanak saudaranya, dari rumah bapanya, ke negeri yang akan Tuhan tunjukkan kepadanya. Abraham pergi tanpa tahu dengan jelas akan ke mana, namun karena Tuhan yang memerintahkan, ia taat tanpa bertanya. Abraham percaya kepada Tuhan, karena ia mengenal Tuhan dengan baik. Abraham percaya apa yang Tuhan firmankan kepadanya adalah sebuah kepastian. Kedua, Abraham menetap di Tanah Kanaan (Kejadian 13:12). Abraham bisa saja memilih sebuah wilayah bagi dirinya dan bagi kaumnya terlebih dahulu, namun ia tidak melakukan hal itu, ia menyuruh Lot yang mendahuluinya untuk memilih. Keputusan Abraham adalah mengalah. Hal ini membawa kehidupan Abraham amat sangat diberkati.
Belajar dari keputusan Abraham, kita dapat meneladani bahwa ketaatan dan sikap hati yang suka mengalah memberi perhatian Tuhan kepada kita. Tuhan berkenan memberkati kita, dan menyediakan yang terbaik bagi kehidupan yang sekarang maupun di masa mendatang. (LA)
Questions:
1. Keputusan apa yang diambil oleh Abraham ketika Tuhan berfirman kepadanya?
2. Bila Anda ada di posisi Abraham, apakah Anda juga akan melakukan hal yang sama? Diskusikan!
Values:
Satu ketaatan jauh lebih bernilai daripada seribu kata yang tidak pernah diwujudkan dalam tindakan.
Kingdom Quotes:
Keputusan untuk taat memberi ruang bagi Tuhan memperhatikan masa depan Anda dan juga orang-orang yang ada bersama Anda.