KEPUTUSAN YANG SALAH
Bacaan Setahun:
Kel. 35:1 – 36:38, Mrk. 7:31 – 8:13, Mzm. 25:16–22
“Berkatalah Sarai kepada Abram: “Engkau tahu, Tuhan tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.” Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.” (Kejadian 16:2)
Banyak masalah rumah tangga terjadi akibat suami atau istri yang salah mengambil keputusan. Masing-masing pihak memiliki kepentingan dan merasa diri benar. Sehingga mendesak salah satu pihak untuk segera mengambil keputusan. Kita tidak boleh menganggap remeh setiap keputusan yang diambil. Itulah sebabnya di antara suami istri perlu adanya komunikasi yang baik, dan terbuka. Masing-masing pihak perlu menurunkan ego atau kepentingannya, agar keputusan yang diambil tidak salah.
Abraham mengambil keputusan yang salah karena mendengarkan perkataan Sarai, istrinya. Abraham tidak kuasa untuk menolaknya. Ketidaksabaran Sarai untuk memiliki keturunan membujuk dan mendesak Abraham untuk tidur dengan Hagar, hambanya. Sarai tidak berpikir panjang akan desakannya itu. Baginya adalah bagaimana kepentingannya harus terpenuhi, yaitu memiliki anak. Sarai tidak pernah berespektasi bahwa hal itu berujung petaka sampai saat ini. Abraham, suaminya hanya manusia biasa, laki-laki normal, tentu tidak menolak diberi kesempatan untuk tidur dengan wanita lain, apalagi mendapat ijin sepenuhnya dari Sarai, istrinya.
Keputusan Abraham mengikuti bujukan Sarai ternyata berimbas besar bagi rumah tangga Abraham dan juga bagi keturunannya. Abraham tidak pernah menyangka, bahwa dari keputusan yang salah itu, awal mula terjadinya intrik-intrik di dalam rumah tangganya; pertengkaran Sarai dengan Hagar, sikap Hagar yang tidak menghargai Sarai, sampai diusirnya Hagar dari rumah Sarai. Peristiwa diusirnya Hagar dari rumah Sarai, ternyata menyimpan kepahitan bagi Hagar. Sehingga hal itu menjadi pemicu permusuhan antara keturunan Ishak (anak perjanjian) dengan keturunan Ismail.
Adapun dampak yang ditimbulkan dari keputusan Abraham yang salah tersebut, antara lain: pertengkaran/percekcokan antara suami dan istri, masalah-masalah baru di dalam rumah tangga, dampak negatif yang berimbas di masa mendatang bagi keturunan Abraham, ada pihak yang dikorbankan, kepahitan, amarah, dan dendam. Inilah yang terjadi bila tidak berhati-hati dalam mengambil keputusan, lebih menuruti ego/kepentingan diri sendiri.
Belajar dari keputusan yang salah seorang Abraham, kita bisa lebih bijaksana atau hatihati dalam bertindak. Jangan menuruti hawa nafsu atau keinginan kita yang sesaat. Mungkin kesannya baik di depan, memberi solusi, namun ujung-ujungnya berdampak besar bagi keluarga kita. Jangan mengulang kesalahan tersebut. Senantiasa libatkan Tuhan dan firman-Nya di dalam setiap keputusan-keputusan yang kita ambil. (LA)
Questions:
1.Sebutkan dalam hal apa Abraham salah mengambil keputusan?
2.Dampak apa yang ditimbulkan ketika Abraham salah mengambil keputusan?
Values:
Firman Tuhan adalah tuntunan hidup kita. Jika kita memutuskan dan melakukan apa yang di luar firman atau di luar kebenaran maka akan berimbas buruk bagi kehidupan kita.
Kingdom Quotes:
Setiap keputusan yang kita ambil, akan berpengaruh di semua aspek hidup kita. Pilihlah untuk memutuskan yang benar!