KESABARAN TUHAN

KESABARAN TUHAN 

Bacaan Setahun:

Mrk. 9:2-50
2 Sam. 22
Hos. 2:2-23

“Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempaan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya” (2 Petrus 3:15)

Dalam hal apa kita mau menguji kesabaran Tuhan? Sepertinya, hanya Dia satu-satunya Allah yang memiliki kesabaran yang sangat panjang dan luas dalam menghadapi perilaku manusia di muka bumi ini. Dia adalah Allah, pemilik langit dan bumi, yang seharusnya tidak perlu repot menciptakan manusia, apalagi jika Dia tahu bahwa manusia akan jatuh ke dalam dosa, selalu menyimpang dari jalan-jalan-Nya, mendukakan hati-Nya, dan tinggal dalam kedegilan hati serta tidak mau bertobat dengan sungguh-sungguh.

Namun, Dia tetap melaksanakan rencana-Nya yang mulia, menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya, bahkan meskipun dalam kejatuhan manusia, Dia rela turun ke dunia, mengambil rupa seorang hamba, dan menyerahkan nyawa-Nya di atas salib untuk mengembalikan manusia kepada rencana-Nya semula, yaitu segambar dan serupa dengan Allah. Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita…” (Kejadian 1:26a). “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukanNya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara” (Roma 8:29).

Di dalam kitab Keluaran, kita akan menemukan kesabaran Tuhan terhadap umat kesayangan-Nya, yaitu Israel. Berkali-kali pun bangsa Israel melihat dan mengalami pertolongan Tuhan di depan mata mereka, ada tanda-tanda mujizat yang dilakukan Tuhan melalui tongkat Musa, tetap saja mereka dipenuhi dengan roh bersungut-sungut. Mulut mereka seolah jauh dari mengucap syukur, karena yang mereka lihat hanyalah masalah yang mereka alami, bukan apa yang sudah mereka alami bersama Tuhan.

Ketika kita menyadari betapa buruknya kelakuan bangsa Israel selama di padang gurun, apakah kita akan mengulangi hal yang sama? Seharusnya kita malu dan tahu diri. Ketika kita berkali-kali memberontak, berkali-kali bersungut-sungut, berkali-kali berdosa di hadapan Allah, namun kita masih diberi kesempatan hidup, dan seolah Tuhan diam tidak menghukum kita, itu bukan karena Tuhan kompromi! Tetapi, itu adalah bentuk kesabaran Tuhan kepada kita, supaya kita bertobat dan berbalik dari dosa-dosa kita kepada Tuhan. Tuhan ingin kita memiliki kesadaran yang lahir dari hati nurani yang murni, bukan karena terpaksa, atau takut dihukum Tuhan.

Jangan lagi menguji kesabaran Tuhan. Ia tetap menyayangi engkau dan kesetiaan-Nya tidak akan berubah. “Maukah engkau menganggap sepele kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya, dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah adalah menuntun engkau kepada pertobatan?” (Roma 2:4) (LA)

Questions:
1. Dalam hal apakah manusia sering kali menguji kesabaran Allah?
2. Pernahkah Anda menguji kesabaran Allah? Apa yang Anda alami? Saksikan!

Values:
Kepentingan Allah selalu lebih besar dari pada kepentingan kita. Itulah sebabnya Ia dengan segala kesabaran dan kemurahan hatiNya akan menuntun kita kepada kepentingan-Nya.

Kingdom Quotes:
Panjang sabarnya Tuhan bukan karena kompromi terhadap dosamu, tetapi karena menantikan pertobatanmu! Kapokmu kapan?