KETIDAKSABARAN = PEMBERONTAKAN

KETIDAKSABARAN = PEMBERONTAKAN

Bacaan Setahun:

Bilangan 22:21 – 23:26
Lukas 6:37 – 7:10
Mazmur 37:32–40

“Ketika Harun melihat itu, didirikannyalah mezbah di depan anak lembu itu. Berserulah Harun, katanya: “Besok hari raya bagi TUHAN!” (Keluaran 32:5)

Peristiwa lembu emas merupakan peringatan bagi kita umat-Nya, bahwa akibat ketidaksabaran bangsa Israel menunggu Musa turun dari gunung Sinai, sehingga mereka menekan dan mendemo Harun untuk membuat sebuah ‘allah’ bagi mereka berujung murka Allah. Mengapa? Karena itu adalah sebuah bentuk pemberontakan di hadapan Allah. Mereka mengambil jalannya sendiri, tidak bisa diatur. Mereka lebih memilih ‘allah’ lain, yakni lembu emas, daripada menyembah kepada Allah yang telah menuntun mereka keluar dari perbudakan Mesir (Keluaran 32:1).

Peristiwa ini juga menjadi peringatan bagi para pemimpin seperti Harun, yang lebih takut kepada demo manusia daripada kepada Allah. Harun lebih memilih mendengarkan tuntutan bangsa Israel daripada menantikan dan mendengarkan arahan Musa, la mengambil jalannya sendiri, dan akibat keputusan Harun yang salah itu bangsa Israel melakukan tindakan yang salah, menyembah kepada allah lain, yaitu kepada lembu emas buatan tangan manusia. Keputusan Harun seolah benar, mendirikan mezbah, namun itu bukan tugas Harun. Tuhan tidak memberikan otoritas itu kepada Harun, Tuhan tidak menyuruh Harun menjadi perantara, hal ini di mata Tuhan adalah sebuah pemberontakan.

Akibat ketidaksabaran Israel: Allah menilai mereka rusak lakunya (Keluaran 32:7), Allah menilai mereka tegar tengkuk (Keluaran 32:9), Allah hendak membinasakan mereka (Keluaran 32:10a). Akibat keputusan Harun yang salah: sebagai pemimpin, Harun menjerumuskan bagsa Israel kepada penyembahan berhala (Keluaran 32:2-6), sebagai pemimpin, Harun mengakibatkan bangsa Israel berdosa di hadapan Allah karena pemberontakan mereka (Keluaran 32:88).

Bertindaklah bijaksana! Entah kita sebagai umat-Nya, entah kita sebagai pemimpin. Ketidaksabaran selalu membuahkan pemberontakan. Sabarlah di dalam proses jika Allah mau kita menunggu. Sebagai pemimpin, jangan ragu berkata “tidak untuk hal yang nyata-nyata salah. Sedikit kompromi akan menjerumuskan sekian banyak orang. Bertindaklah sesuai arahan Tuhan, yaitu kembali kepada firman Tuhan, dan bukan karena desakan orang yang kita pimpin. Ingat, harga dari sebuah pemberontakan adalah kejatuhan umat-Nya di dalam dosa.

Bersyukur kepada kasih Allah, bahwa di balik marahnya Tuhan atas pemberontakan kita, ada orang-orang yang berhati lembut seperti Musa, yang Tuhan tempatkan sebagai pembela antara umat-Nya dengan Tuhan. Orang-orang yang memiliki belas kasih agar umat-Nya dibebaskan dari murka Allah. Orang-orang tersebut bisa jadi gembala kita, para pendoa syafaat, dan juga pemimpin-pemimpin lainnya yang Tuhan taruh di hidup kita. (LA)

Questions:

1. Dalam hal apa ketidaksabaran bangsa Israel yang membuat Tuhan murka kepada mereka? Apa akibat dari ketidaksabaran mereka?
2. Pernahkah Anda tidak sabar menunggu waktu Tuhan? Dalam hal apa, dan apa akibat dari ketidaksabaran Anda?

Values:

Anda hanya perlu taat akan perintah Allah untuk sabar menantikan waktu-Nya. Seringkali ketidaktaatan kitalah yang membuat kita tersandung dan jatuh.

Kingdom Quotes:

Ketidaksabaran melahirkan pemberontakan, dan pemberontakan adalah ketidaktaatan kepada Tuhan.