KETIKA TUHAN TIDAK MENJELASKAN, IMAN TETAP PERCAYA
Bacaan Setahun:
Imamat 23:1 – 24:23
Markus 15:33–47
Mazmur 32:1–11
“Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada allah.” (Yesaya 45:5 – TB2)
Tema minggu kedua bulan Maret 2026 adalah Ketika Tuhan Tidak Menjelaskan, Iman Tetap Tetap Percaya. Ada musim ketika Tuhan menjelaskan rencana-Nya dengan jelas. Namun ada juga musim ketika Dia diam-bukan karena tidak peduli, melainkan karena iman sedang dimurnikan. Dalam konteks Yesaya 45, Tuhan menyatakan diri-Nya sebagai satu-satunya Allah kepada bangsa yang sedang berada dalam pembuangan. Mereka tidak mengerti jalan Tuhan, tetapi Tuhan tetap berdaulat penuh. Mari kita belajar tiga hal tentang Ketika Tuhan Tidak Menjelaskan, Iman Tetap Percaya.
Yang pertama, Percayalah kepada Tuhan. Kata kunci “percaya” dalam bahasa Ibrani adalah ‘aman, yang berarti berpegang teguh, bersandar sepenuhnya. Amsal 3:5 mengingatkan, “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu.” Pada masa itu: Israel sulit memahami mengapa Tuhan memakai Koresy, raja kafir, sebagai alat pembebasan. Pada masa kini iman sejati percaya bukan karena penjelasan lengkap, tetapi karena mengenal Pribadi yang memimpin hidup kita. Mengenal pribadi TUHAN merupakan kunci untuk membuka pintu hikmat dan rahasia TUHAN. Tetap percaya kepada TUHAN adalah perjalanan iman untuk dapat melangkah bersama TUHAN.
Yang kedua, Melangkah bersama Tuhan. Tuhan tidak selalu memberi peta, tetapi la memberi penyertaan. Kata halok berarti berjalan terus-menerus, bukan sekali melangkah. Mazmur 37:23 mengingatkan, “TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya. Pada masa itu, bangsa Israel belajar berjalan dalam ketaatan, bukan kepastian situasi. Pada masa kini, dalam lembah pemurnian, iman tidak menunggu penjelasan-iman melangkah bersama Tuhan hari demi hari, Komitmen dan konsisten adalah kunci mengalami dan menikmati perjalanan iman bersama Tuhan.
Yang ketiga, Menang bersama Tuhan. Yesaya 45 menegaskan kedaulatan Allah atas sejarah. Kemenangan berasal dari Dia, bukan dari pengertian manusia. Roma 8:37 menyatakan, “Dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang. “Pembebasan israel bukan hasil strategi manusia, melainkan karya Allah yang berdaulat. Hari ini, ketika iman bertahan, kemenangan bukan hanya hasil akhir-tetapi karakter yang dibentuk sepanjang proses.
Ketika Tuhan tidak menjelaskan, jangan berhenti percaya. Diam-Nya bukan penolakan, melainkan undangan untuk bertumbuh. Iman yang tetap percaya di tengah ketidakjelasan adalah iman yang matang dan berkenan kepada Tuhan. Stay blessed. (DW)
Questions:
1. Mengapa kita harus percaya kepada Tuhan dalam segala situasi dan keadaan?
2. Bagaimana cara melangkah dan menang bersama Tuhan?
Values:
Seorang warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang berkomitmen dan konsisten dalam melangkah dan menang bersama Allah.
Kingdom Quotes:
Tuhan tidak selalu menjelaskan rencana-Nya, karena Ia sedang membentuk iman kita untuk tetap percaya.