KNOWING OUR PURPOSE: To GLORIFY GOD
Bacaan Setahun:
2Samuel 11:1 – 12:31
Kisah Para Rasul 4:1–22
Mazmur 71:1–8
“Jadi, baik kamu makan atau minum, ataupun melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.” (1 Korintus 10:31 – TB2)
Tema minggu pertama bulan Juni 2026 adalah Knowing Our Purpose: To Glorify God yang memiliki arti Mengenal Tujuan Kita: Untuk Memuliakan Allah. Tujuan hidup orang percaya adalah memuliakan Allah dalam segala hal. Kata “kemuliaan” dalam 1 Korintus 10:31 berasal dari bahasa Yunani doxa, yang berarti kehormatan, kemegahan, dan pengakuan akan nilai Allah. Hidup kita menjadi panggung yang menunjukkan siapa Allah itu. Mari kita belajar tiga hal tentang Knowing Our Purpose: To Glorify God.
Yang pertama, Menjalani Gaya Hidup Kerajaan Allah. Gaya hidup yang kita hidupi dan jalani setiap hari menentukan arah hidup kita. Gaya hidup dunia, Roma 12:2 — mengikuti pola dunia (aiōn = sistem zaman yang rusak). Fokusnya diri sendiri, ambisi pribadi, dan kesenangan sesaat. Gaya hidup Kerajaan Allah, Matius 6:33 — mencari Kerajaan Allah lebih dahulu. Kata zēteō = mengejar dengan sungguh-sungguh. Dalam Galatia 5:19–23 — kita melihat ciri nyata dan perbandingan antara perbuatan daging dan buah Roh. Konteks pada zaman Korintus, jemaat mula-mula hidup di tengah budaya Romawi yang penuh kompromi. Paulus menegaskan kepada mereka agar mereka jangan ikut arus kompromi. Hari ini, kita pun dipanggil hidup berbeda—nilai kita bukan dari dunia, tetapi dari Kerajaan Allah.
Yang kedua, To Glorify God — Memuliakan Allah (Yohanes 17:4). Kehidupan Yesus selalu berfokus untuk memuliakan Bapa. Dalam Yohanes 17:4 — fokus Yesus menyelesaikan tugas-Nya. Kata teleioō = menuntaskan dengan sempurna. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita harus tidak mencari kepentingan diri sendiri dan tidak mencari pujian manusia, Galatia 1:10. Ada hal yang harus kita waspadai sebagai penghalang, yaitu melakukan kebaikan demi dilihat orang, Matius 6:1. Renungkan sejenak, Yesus hidup di tengah tekanan religius dan sosial, namun tetap fokus pada Bapa. Kita pun harus waspada—media sosial, ambisi pribadi, dan validasi manusia sering mencuri kemuliaan Allah dalam hidup kita.
Yang ketiga, Berbuah Lebat dan Manis, (Yohanes 15:4–5). Kemuliaan Allah terlihat dari buah kehidupan kita. Miliki kehidupan yang berakar, Yohanes 15:4 — tinggal (meno) di dalam Kristus. Miliki kehidupan yang bertumbuh, Kolose 2:7 — berakar dan dibangun dalam Dia. Miliki kehidupan yang berbuah, Yohanes 15:5 — tanpa Dia kita tidak dapat berbuat apa-apa. Gambaran pokok anggur sangat relevan bagi orang Yahudi. Ranting yang melekat pasti berbuah. Hari ini, kualitas hubungan kita dengan Kristus menentukan kualitas buah kehidupan kita—karakter, keputusan, dan dampak.
Hidup yang memuliakan Allah bukan soal momen besar, tetapi konsistensi dalam hal kecil. Saat kita hidup dengan nilai Kerajaan, fokus pada Allah, dan tinggal dalam Kristus, hidup kita otomatis memancarkan kemuliaan-Nya. Stay blessed. (DW)
Questions:
1. Sudahkah kita memiliki dan menjalani gaya hidup Kerajaan Allah?
2. Sudahkah kita memuliakan Allah dengan kehidupan kita?
Values:
Seorang Warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang mau menjalani gaya hidup Kerajaan Allah.
Kingdom Quotes:
Tujuan hidup kita bukan untuk terlihat hebat—namun untuk membuat Allah terlihat nyata melalui setiap aspek hidup kita.