KUASA YANG BERDAMPAK

KUASA YANG BERDAMPAK 

Bacaan Setahun: 
1 Sam. 20-22 , Mzm. 52 

“Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakitpenyakit. Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang” (Lukas 9:1-2)

Sebagai orang-orang percaya yang telah mengalami kelahiran baru dan penuh Roh Kudus,  tentunya kehidupan kekristenan kita tidak lagi biasa-biasa saja. Kita akan masuk ke dalam proses perjalanan rohani yang melatih iman dan menumbuhkan kedewasaan rohani kita. Yesus sudah memberikan kuasa dan otoritas kepada kita. Pertanyaanya, apakah kuasa dan otoritas itu sudah kita aplikasikan sesuai kehendak-Nya?

Kehendak Tuhan ketika Ia memberikan kuasa dan otoritas kepada setiap orang percaya adalah melalui kuasa dan otoritas tersebut kita berkuasa atas setan-setan, berkuasa atas sakit penyakit, berkuasa di dalam memberitakan Kerajaan Allah, dan berkuasa menyembuhkan orang secara jasmani maupun rohani. Kata kuasa/power di sini menunjuk kepada kemampuan illahi, kekuatan yang bersumber dari Roh Kudus di dalam orang-orang percaya yang hidupnya sungguh-sungguh kepada Tuhan. Kemampuan illahi tidak muncul seketika, itu harus dilatih terus-menerus, dibangun terus-menerus, dan dikembangkan melalui kehidupan doa dan firman. Orang yang hidupnya sungguh-sungguh, yang memiliki kehidupan doa dan selaras dengan firman Tuhan, maka ia tidak hanya memiliki kuasa/power namun juga punya otoritas atau berkuasa atas setan-setan, berkuasa atas sakit penyakit, berkuasa di dalam memberitakan Kerajaan Allah, dan berkuasa menyembuhkan orang secara jasmani maupun fisik.

Sering kali yang terjadi adalah, kuasa/power di dalam diri orang-orang percaya tidak teraktivasi dengan maksimal karena tidak memiliki kehidupan yang selaras dengan firman Tuhan. Dengan mudah iblis mendakwa dan membuat orang-orang percaya mengalami stagnasi, minder rohani, bahkan kalah sebelum berperang. Padahal, seharusnya tidaklah demikian. Iblis tidak akan berkuasa atas kita bila kita hidup selaras dengan firman Tuhan, dan hidup di dalam kebangunan rohani.

Untuk memanifestasikan kuasa dan otoritas dari Allah, maka kita harus mempraktikkannya dengan cara ‘melayani’. Melayani tidak melulu di atas panggung atau di balik mimbar. Melayani paling efektif adalah di keluarga kita, di market place kita, di komunitas kita. Beritakanlah Kerajaan Allah di sana lewat kehidupan kita. Percayalah, kuasa dan otoritas itu akan berdampak tidak hanya bagi kehidupan rohani kita, namun juga kepada orang-orang yang ada di sekitar kita. Kelepasan rohani akan terjadi, kesembuhan rohani akan terjadi, diikuti dengan kesembuhan secara jasmani. Iblis dan setan akan tunduk dan lari dari padamu, karena hidup kita dipenuhi kuasa dan otoritas illahi. (LA)

Questions:
1. Apakah kehendak Tuhan atas kehidupan orangorang percaya yang hidupnya penuh kuasa dan otoritas?
2. Bagaimana caranya agar hidup yang penuh kuasa dan otoritas itu berdampak?
Values:
Warga Kerajaan Allah yang memiliki identitas rohani hidupnya akan membawa dampak melalui kuasa dan otoritas illahi yang diberikan kepadanya.

Kingdom’s Quotes:
Kuasa dan otoritas berjalan seirama dengan kehidupan yang selaras dengan firman Tuhan.