LEBIH DARI SEKADAR TAHU NAMA-NYA
Bacaan Setahun:
1 Tawarih 7:1 – 8:40
Roma 13:1–14
Mazmur 89:38–45
“Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-dombaKu mengenal Aku.” (Yohanes 10:14 – TB)
Banyak orang tahu nama Yesus. Tetapi tahu nama seseorang sangat berbeda dengan mengenalnya. Yesus tidak berkata, “domba-domba-Ku tahu tentang Aku.” la berkata, “domba-domba-Ku mengenal Aku.” Dalam bahasa Yunani, kata yang dipakai adalah ginoskó — sebuah pengenalan yang bersifat personal, mendalam, dan relasional. Bukan pengetahuan tentang fakta, melainkan kedekatan yang hidup. Ini adalah bahasa perjanjian, bahasa kasih, bahasa yang menggambarkan hubungan antara gembala dan dombanya yang ia jaga satu per satu.
Inilah yang membuat pernyataan Yesus begitu mengguncang: keselamatan bukan ditentukan oleh seberapa rajin kita hadir di gereja, melainkan oleh seberapa dalam kita dikenal Tuhan dan kita mengenal-Nya. Bukan aktivitas rohani yang menjadi ukurannya, melainkan relasi yang sejati.
Relasi dengan Kristus sebagai Gembala Agung bukanlah relasi satu arah. Ada timbal balik di dalamnya. Sang Gembala mengenal kita la tahu nama kita, pergumulan kita, bahkan kelemahan kita yang paling dalam. Dan sebagai respons, kita pun dipanggil untuk mengenal-Nya. Bukan sekadar mengakui-Nya di mulut, tetapi hidup di bawah otoritas-Nya.
Di sinilah banyak orang berhenti di tengah jalan. Mereka mengakui mengenal Kristus, tetapi tidak ada yang berubah dalam cara mereka hidup, memilih, dan mengasihi. Padahal, mengenal Kristus dengan sungguh selalu menghasilkan buah bukan karena buah itu yang menyelamatkan, tetapi karena pengenalan yang sejati dengan sendirinya membawa ketaatan, ketundukan, dan transformasi karakter. Domba yang mengenal gembalanya akan mengikuti suara gembalanya (Yohanes 10:27).
Seseorang bisa hafal seluruh isi Alkitab dan tetap asing bagi Kristus. Sebaliknya, seseorang yang sungguh mengenal-Nya tidak akan bisa tetap sama. Pertanyaannya bukan, “Apakah kamu tahu tentang Yesus?” Melainkan, “Apakah Yesus mengenalmu dan apakah hidupmu membuktikannya?”
Mengenal Kristus bukanlah perjalanan satu kali, melainkan hubungan yang terus dibangun setiap hari. Semakin kita dekat dengan-Nya, semakin hati kita diubahkan untuk menyerupai-Nya. Biarlah hidup kita benar-benar tinggal di dalam-Nya, mendengar suara-Nya, mengikuti kehendak-Nya, dan berjalan setia bersama-Nya sampai akhir. Sebab pada akhirnya, yang terpenting bukanlah seberapa banyak kita berbicara tentang Tuhan, tetapi apakah kita sungguh hidup sebagai domba yang mengenal Sang Gembala. (DH)
Questions:
1. Adakah area dalam hidup Anda yang masih Anda pertahankan dari otoritas Kristus sebagai Gembalamu?
2. Jika seseorang melihat cara hidup Anda minggu ini, apakah mereka akan menyimpulkan bahwa Anda mengenal sang Gembala?
Values:
Iman yang sejati bukan hanya percaya bahwa Allah ada, tetapi percaya bahwa Ia cukup — cukup untuk mengubah hidup kita.
Kingdom Quotes:
Mengenal Tuhan tanpa dikenal Tuhan bukanlah pengenalan yang benar.