LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN

LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN 

Bacaan Setahun:

Kej. 34:1 – 35:29
Mat. 12:46 – 13:17
Mzm. 10:1–11

“Sebab mereka telah melihat Trofimus dari Efesus sebelumnya bersama-sama dengan Paulus di kota, dan mereka menyangka bahwa Paulus telah membawa dia ke dalam Bait Allah” (Kisah 21:29)

Pernahkah Anda mendengar ungkapan, “Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan”? Bagi yang belum pernah mengalaminya, mungkin sulit memahami kebenaran ungkapan ini. Namun bagi mereka yang pernah menjadi korban fitnah, kalimat itu terasa sangat nyata—bahkan seribu kali benar.

Paulus pun mengalami fitnah berulang kali. Dalam peristiwa ini, ia dituduh membawa Trofimus—seorang Kristen non-Yahudi—masuk ke dalam Bait Allah. Kita tahu bahwa hukum Yahudi sangat keras dalam hal ini. Mereka menjatuhkan hukuman mati bagi siapa pun yang dianggap menajiskan Bait Allah. Meski Paulus tidak melakukan apa yang dituduhkan, kebencian orang-orang itu membuat mereka mencari alasan apa pun untuk menjatuhkannya.

Ketika Anda menghadapi masalah yang sama seperti Paulus, Anda perlu tetap tenang. Banyak orang yang menjadi korban fitnah cenderung bereaksi secara emosional, terburu-buru membela diri, atau bahkan marah. Tetapi Paulus tidak demikian. Di hadapan para pemimpin agama Yahudi, ia tetap menunjukkan ketenangannya karena ia percaya penuh kepada Allah.

Jika Anda adalah korban fitnah, Allah ingin menyampaikan bahwa Ia adalah Pembela Anda. Singkirkan keinginan untuk membalas atau melukai orang yang memfitnah Anda. Yang Allah kehendaki ialah Anda berdoa dan mengucap syukur dalam segala keadaan. Berat? Tentu. Itu bukan hal yang mudah. Tetapi jika kita ingin menjadi pengikut Kristus, kita memang harus memikul salib dan menaati firman, sekalipun itu menuntut kedewasaan rohani.

Saudara, fitnah dalam hukum Taurat adalah pelanggaran serius. “Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah Tuhan” (Imamat 19:16). Jika Anda memiliki kebiasaan bergosip, bisa jadi Anda tanpa sadar menyelipkan kata-kata yang mengandung fitnah. Ini adalah peringatan bagi kita semua: jagalah lidah! Bila tidak, iblis dapat memakai lidah kita sebagai alat untuk menyebarkan kebohongan dan merusak kehidupan orang lain.

Yakobus secara khusus membahas tentang bahaya lidah (Yakobus 3). Lidah bisa menjadi penghancur kehidupan seseorang. Jika Anda merasa menjadi korban keganasan lidah, bersyukurlah—sebab Allah adalah Pembela orang benar! Ia melihat air mata Anda, mendengar doa Anda, dan pada waktunya akan membela Anda dengan cara yang tidak dapat dilakukan manusia. Fitnah adalah terompet setan. (DH)

Questions:

1. Bagaimana anda merespons ketika disalahpahami atau difitnah—dengan emosi atau dengan iman?
2. Apakah lidah anda pernah tanpa sadar menjadi alat untuk menyebarkan fitnah atau merusak nama orang lain?

Values:

Fitnah melukai jiwa, tetapi tangan Allah selalu membela orang benar

Kingdom Quotes:

Lidah kecil, tetapi dapat menghancurkan atau menyembuhkan—pilihlah yang memuliakan Tuhan.