LEMBAH PENENTUAN

LEMBAH PENENTUAN 

Bacaan Setahun:

Kej. 2:18 – 4:16
Mat. 2:1–18
Mzm. 2:1–12

“Banyak orang, banyak orang di lembah penentuan! Ya, sudah dekat hari TUHAN di lembah penentuan!” (Yoel 3:14 – TB)

Selamat memasuki Tahun Keputusan/Penentuan 2026. Kita percaya inilah masa penentuan ketika kita menetapkan keputusan-keputusan ilahi yang tepat, agar kita semakin siap menyambut kedatangan Yesus yang kedua kali. Kitab Yoel pasal ke 3, dalam hal ini menjelaskan bahwa ini adalah waktu ketika Tuhan menghakimi bumi. Pada ayat 2 mengatakan, “Aku akan mengumpulkan segala bangsa dan akan membawa mereka turun ke lembah Yosafat; Aku akan berperkara dengan mereka di sana mengenai umat-Ku dan milik-Ku sendiri, Israel.”

Lembah Yosafat sama artinya dengan “lembah penentuan”. Yosafat berarti “Yahweh menghakimi”; “penentuan” atau keputusan yang diambil di lembah itu adalah keputusan Tuhan, bukan keputusan orang banyak. “Lembah penentuan” menggambarkan bagaimana Tuhan menjatuhkan keputusan penghakiman-Nya pada akhir masa kesengsaraan. Kejahatan akan ditindak secara tegas, cepat, dan adil. Karena itu kita memuji Tuhan atas janji-Nya bahwa Ia akan memperbaiki segala sesuatu dan menjadi “tempat perlindungan bagi umat-Nya” (Yoel 3:16).

Setiap orang pasti tiba pada titik lembah penentuan dalam hidupnya—masa ketika keputusan harus diambil. Keputusan bukan sekadar soal benar atau salah, menang atau kalah, tetapi sering kali tentang keberanian melangkah meski hati ragu, serta kejujuran menghadapi diri sendiri. Keputusan adalah titik kritis yang membentuk masa depan kita. Dan dalam setiap prosesnya, Tuhan selalu hadir. Dialah yang menghakimi, membimbing, dan menyatakan kebenaran. Hal ini mengingatkan kita bahwa meski keputusan ada di tangan kita, kita tidak pernah berjalan sendirian. Tuhan rindu dilibatkan dalam setiap langkah penentuan.

Dalam proses mengambil keputusan, yang terpenting bukan hanya apa yang kita pilih, tetapi siapa yang kita ikuti. Apakah keputusan kita berlandaskan ketakutan atau iman? Kenyamanan atau kebenaran? Keinginan pribadi atau kehendak Tuhan? Setiap keputusan akan mengungkapkan orientasi hati kita yang sesungguhnya. Kolose 3:23 mengingatkan: “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

Inilah waktu penentuan itu. Kita harus menetapkan arah hidup kita agar mendapatkan kasih karunia dan perkenanan Tuhan. Ketika kita hidup dalam kehendak-Nya, setiap keputusan yang membawa kita semakin dekat kepada Tuhan pasti menuntun kita pada kehidupan dan penggenapan janji-janji-Nya. Keputusan ada di tangan kita. Pilihlah kehendak Tuhan, maka engkau akan melihat hal-hal baik dan besar terjadi dalam hidupmu sepanjang tahun ini. (TL)

Questions:

1. Apakah Anda di dalam menentukan sebuah keputusan selalu mengikut sertakan Tuhan?Mengapa?
2. Keputusan apa yang pernah anda lakukan yang melibatkan Tuhan dalam hidup Anda? Diskusikan!

Values:

Keputusan adalah titik kritis s e b u a h p e n e n t u a n y a n g membentuk proses kehidupan kita untuk menuju masa depan yang terbaik.

Kingdom Quotes:

Setiap keputusan yang mendekatkan diri kita kepada Tuhan, maka akan membawa kita kepada kehidupan dan perkenanan Tuhan.