LIHATLAH, IKUTILAH DAN WARTAKANLAH

LIHATLAH, IKUTILAH DAN WARTAKANLAH

Bacaan Setahun:

Bilangan 33:1 – 34:29
Lukas 9:10–27
Amsal 8:22–31

“Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: ”Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” (Yohanes 1:29)

Bagi sebagian orang, utang adalah beban yang menyesakkan. Tidak sedikit orang kehilangan ketenangan karena memikirkan cara melunasinya. Utang selalu menuntut pembayaran. Selama belum dilunasi, la tetap menjadi tanggungan yang menghantui. Gambaran ini menolong kita memahami makna dosa. Dosa adalah utang rohani yang tidak dapat dibayar manusia dengan usaha, kebaikan, ataupun kesalehan pribadi. Alkitab menegaskan bahwa upah dosa ialah maut. Artinya, manusialah yang seharusnya menanggung akibat dari pelanggarannya.

Namun, di tengah ketidakberdayaan itu, Allah menyatakan kasih-Nya. Dalam kesaksian Yohanes Pembaptis, Yesus diperkenalkan sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Sebutan ini bukan sekadar gelar indah, melainkan pernyataan teologis yang dalam. Anak domba dalam tradisi Israel adalah lambang kemurnian dan korban yang tak bercela. Dengan menyebut Yesus sebagai Anak Domba Allah, Yohanes menegaskan bahwa Dialah Pribadi kudus yang dipersembahkan untuk menanggung hukuman dosa manusia.

Menariknya, Yohanes memandang Yesus berbeda dari kebanyakan orang pada zamannya. Banyak orang melihat Yesus hanya sebagai guru, tokoh rohani, atau pemimpin yang membawa pembaruan moral. Akan tetapi, Yohanes melihat lebih jauh: ia melihat Yesus sebagai kurban penebusan. Cara pandang ini lahir dari pewahyuan Allah. Pada awalnya Yohanes mengakui bahwa ia tidak mengenal Yesus secara penuh. Namun ketika Roh Allah turun ke atas-Nya, barulah ia memahami identitas sejati Sang Mesias. Dari situlah Yohanes dengan berani bersaksi dan mengarahkan orang-orang kepada-Nya.

Kesaksian Yohanes tidak berhenti pada pengakuan pribadi. la terus menunjuk kepada Yesus, hingga dua muridnya sendiri meninggalkannya untuk mengikuti Sang Guru yang sejati. Di sini kita belajar bahwa pelayanan sejati bukanlah menarik orang kepada diri sendiri, melainkan membawa mereka kepada Kristus. Yohanes rela “berkurang” supaya Yesus semakin dikenal.

Belajar dari sikap dan kesaksian Yohanes Pembaptis, kita melihat bahwa kehadiran Yesus merupakan bukti kasih Allah yang terbesar. Kita diundang untuk memusatkan iman dan perhatian kepada Sang Anak Domba Allah yang rela mengurbankan nyawa-Nya bagi manusia yang berdosa. Kita juga diajak merenungkan kisah sengsara dan wafat Kristus sebagai wujud pertobatan dan penyesalan atas perbuatan-perbuatan kita yang mengikuti keinginan daging.
Akhirnya, kita tidak hanya diajak untuk memandang dan mengikuti Dia, tetapi juga memberitakan Kabar Sukacita Injil bahwa keselamatan kekal telah disediakan Allah melalui pengutusan Putra-Nya sebagai kurban penebusan dosa bagi umat manusia. (AH)

Questions:

1. Mengapa Yohanes Pembaptis menyebut Yesus sebagai Anak domba Allah?
2. Apakah yang menjadi dasar sehingga Bapa mengutus Putera-Nya untuk disalibkan?

Values:

Karya keselamatan Allah Trinitas telah nyata melalui kasih Bapa bagi dunia yang terwujud melalui wafat Kristus di kayu salib oleh kuasa Roh Kudus.

Kingdom Quotes:

Salib Kristus memperdamaikan hubungan manusia dengan Allah dan sesamanya sehingga pemulihan dan keutuhan ciptaan terwujud nyata di dalam dan melalui umat tebusan-Nya.