LOOKING FORWARD to GOD’S PROMISES

LOOKING FORWARD to GOD’S PROMISES 

Bacaan Setahun:

Luk. 3:21-38
Yeh. 42-43
Yes. 63

“Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.” (Wahyu 22:12 – TB2)

Tema renungan Minggu keempat bulan Desember 2025 adalah Looking Forward to God’s Promises yang memiliki arti Menantikan Janji-janji Allah. Hal menantikan janji Allah bukan berarti menunggu dengan pasif, melainkan berdiri teguh dalam iman dan hidup setia di tengah dunia yang goyah. Kata Yunani erchomai (ἔρχομαι) berarti “Aku datang”, yang menunjuk pada kedatangan Kristus yang pasti dan segera. Dalam konteks kitab Wahyu, pesan ini diberikan kepada jemaat yang mengalami tekanan besar agar mereka tidak menyerah, tetapi tetap setia karena janji Allah akan digenapi. Mari kita belajar tiga hal tentang Looking Forward to God’s Promises.

Yang pertama, Yesus Datang Segera! Kitab Wahyu 22:7 telah mengingatkan kita bahwa, “Sesungguhnya Aku datang segera! Berbahagialah orang yang menuruti perkataan nubuat kitab ini.” Kata Yunani tachu (τάχυ) memiliki arti “segera, dengan cepat.” Kata ini bermakna bahwa kedatangan Yesus bukan soal kapan, tetapi kepastian bahwa Ia akan datang tanpa penundaan pada waktu-Nya. Mari kita jalani setiap hari dengan kesiapan rohani, yaitu dengan hidup benar, mengasihi, dan melayani seolah hari ini adalah hari kedatangan-Nya.

Yang kedua, Orang Benar dan Jahat Akan Semakin Terlihat dengan Nyata. Peringatan Wahyu 22:11 telah menegaskan bahwa, “Biarlah orang benar terus berbuat benar dan orang kudus terus menguduskan dirinya.” Kata Yunani dikaios (δίκαιος) memiliki arti “benar, adil, sesuai standar Allah.” Kata ini bermakna bahwa di akhir zaman, karakter sejati manusia akan terbukti melalui perbuatannya. Tetaplah hidup benar meski dunia makin gelap; terang kebenaran kita akan membuktikan siapa yang kita layani.

Yang ketiga, Yesus Memberi Upah kepada Setiap Orang Sesuai Perbuatannya. Roma 2:6 telah menegaskan bahwa, “Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.” Kata Yunani misthos (μισθός) memiliki arti “upah, ganjaran.” Kata ini bermakna Kristus adalah Hakim yang adil; tidak ada kesetiaan yang sia-sia. Perhatikan dengan serius, setiap tindakan kasih, pelayanan, dan ketaatan akan dihargai oleh Tuhan sendiri.

Menantikan janji Allah berarti hidup setia, murni, dan penuh pengharapan. Mari berdiri teguh dalam iman, karena Yesus akan datang segera, dan upah-Nya nyata bagi yang setia. Stay blessed. (DW)

Questions:

1. Mengapa kita harus hidup setia, murni, dan penuh pengharapan?
2. Bagaimana cara kita hidup setia, murni, dan penuh pengharapan?

Values:

Seorang warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang menyadari bahwa menantikan janji Allah adalah tidak sekadar menunggu waktu dengan sia-sia.

Kingdom Quotes:

Mereka yang menantikan janji Allah, tidak sekadar menunggu waktu, tapi menyiapkan diri untuk perjumpaan.