LOVING GOD | Pdt. Dr. Christy Indra Tjiptamulya

Kita tidak bisa mengasihi Tuhan kalau Tuhan tidak mencurahkan kasihnya terlebih dulu kepada kita, karena kasih yang dituntut adalah kasih agape yaitu kasih tanpa syarat, bukan kasih ‘kalau’, tapi kasih yang ‘walaupun’.

Permintaan Tuhan kepada Bangsa Israel

“Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, berpegang pada perintah dan ketetapan TUHAN yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu.(Ulangan 10:12-13)

Sebagai orang-orang Israel rohani, Tuhan meminta kepada kita untuk:

Takut akan Tuhan.

Hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya.

Mengasihi Tuhan.

Beribadah kepada Tuhan.

 

“Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” (Mikha 6:8)

 

Berlaku adil. Karena di dunia ini banyak ketidak adilan, bahkan di pengadilan-pengadilan terjadi ‘tebang pilih’. Tapi sebagai anak-anak Tuhan kita dituntut untuk hidup adil, tidak memandang kaya atau miskin.

Mencintai kesetiaan. Apapun yang kita alami harus tetap setia kepada Tuhan.

Rendah hati. Tuhan sangat membenci orang yang sombong dan tinggi hati. Jadi sekalipun diberi banyak kemampuan luar biasa, kita harus tetap rendah hati.

 

Inilah hal-hal yang harus kamu lakukan: Berkatalah benar seorang kepada yang lain dan laksanakanlah hukum yang benar, yang mendatangkan damai di pintu-pintu gerbangmu. (Zakharia 8:16)

 

Berkata benar. Yaitu berkata ‘ya di atas ya’, ‘tidak di atas tidak’, jangan berbicara dolak dalik.

Melakukan hukum yang benar. Sebagai anak-anak Tuhan kita harus melakukan hukum dengan benar. Jika dipercaya sebagai pejabat di bidang hukum, jadilah pengacara, hakim dan pejabat yang benar.

 

Takut akan Tuhan

 

TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya harus kamu berbakti dan berpaut. (Ulangan 13:4)

 

Ada 3 hal yang harus dilakukan:

Takut akan Tuhan.

Berpegang kepada perintah-Nya.

Mendengarkan suara-Nya. Ini bisa melalui Alkitab yang dibaca atau melalui hamba-hamba Tuhan yang berbicara.

Berbakti dan berpaut kepada Tuhan. Dunia semakin jahat, kita harus berpaut agar kuat dan tidak terombang-ambing oleh pengajaran dunia.

 

Tetapi TUHAN semesta alam, Dialah yang harus kamu akui sebagai Yang Kudus; kepada-Nyalah harus kamu takut dan terhadap Dialah harus kamu gentar. (Yesaya 8:13)

 

Ketahuilah bahwa Tuhan itu kudus, karena itu jagalah hati kita, agar tidak tercemar dengan amarah, dengki dan iri hati. Kita juga harus menjaga hati agar senantiasa takut dan gentar kepada Tuhan.

 

Ada Hubungan Kasih antara Kita dengan Tuhan dan antara Kita dengan Sesama

 

“Haruslah engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia kewajibanmu terhadap Dia dengan senantiasa berpegang pada segala ketetapan-Nya, peraturan-Nya dan perintah-Nya. (Ulangan 11:1)

 

Mengasihi Tuhan diwujudkan dalam melakukan dengan setia setiap ketetapan, peraturan, dan perintah-Nya.

 

Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” (Yohanes 14:21)

 

Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.
(Yohanes 12:26)

 

Ketika kita memegang perintah-Nya dan melakukannya, maka kita akan dikasihi oleh Bapa dan Yesus melalui Roh Kudus yang akan menyatakan diri-Nya bagi kita. Kita perlu melatih kepekaan untuk mendengar suara Roh kudus dan menjaga kekudusan hidup kita. Menuruti perkataan Roh Kudus sering kali melawan keadaan dunia. Roh Kudus dapat menyatakan dirinya saat kita bekerja, belajar, bahkan dalam aktivitas rumah tangga.

 

Setiap kita harus melayani Tuhan, tidak harus di mimbar gereja tapi juga di rumah, dengan berdoa, menjadi saksi. Yesus mengalami berbagai aniaya, karena itu pengikut-pengikut-Nya pun pasti akan mengalami aniaya.

 

Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama TUHAN dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku,
(Yesaya 56:6)

 

Perjanjian ini berlaku bagi kita. Kita menjadi orang yang merdeka dan akan mengalami janji Tuhan yang telah diberikan kepada Abraham.

 

Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.
(Galatia 3:14)

 

Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” (Kejadian 12:3)

 

Kepercayaan yang Benar

 

Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. (Pengkotbah 12:13)

 

Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia. (Yakobus 1:27)

 

Kita ada dalam kepercayaan yang benar yaitu percaya kepada Yesus. Kepercayaan yang benar harus diwujudkan dengan ibadah yang murni dan tak bercacat, yaitu mengunjungi yatim piatu dan memelihara janda-janda yang tidak memiliki keluarga.

 

Sebagai Israel rohani, kita tidak perlu semen dan batu untuk membangun Bait Allah, karena hati dan tubuh kita adalah Bait Roh Kudus. Namun kita juga harus melihat tanda zaman agar tidak tercemar oleh dunia. Ada banyak tanda yang menunjukkan bahwa saat ini kita ada di ujung akhir zaman. Kasihi Tuhan lebih lagi, takut kepada-Nya, lakukan perintah-perintah-Nya dan dengar suara-Nya. Minta kepekaan akan suara Tuhan dan kemampuan untuk melakukan yang benar, sehingga berkemenangan bahkan menjadi lebih dari pemenang. Amin. (VW)