MANJA SEPERTI ANAK BUNGSU

MANJA SEPERTI ANAK BUNGSU 

Bacaan Setahun:
Imamat14 ,Matius 12:1-21, Amsal 26

“Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.” (Lukas 15:12-14)

Pandangan bahwa anak bungsu itu manja, bukan hanya teori tapi Firman Tuhan juga menulisnya. Manja artinya tidak suka tanggung jawab tapi menuntut hak, menyukai kenyamanan tanpa usaha. Dan kebanyakan kita cenderung mencari kenyamanan, yaitu mengutamakan hak tanpa mau bertanggung jawab. Sifat ini bisa digambarkan sebagai sifat anak bungsu yang manja di dalam kisah perumpaan anak bungsu. Seharusnya sikap kita sebagai orang Kristen adalah mengutamakan tanggung jawab daripada hak.

Dunia marketing menyadari kelemahan manusia ini, itu sebabnya mereka menawarkan kemudahan dengan iklan bombastis tapi menyesatkan. Misalnya, “dapatkan kesempatan hanya hari ini, tanpa DP dan cicilan bunga sangat ringan.” Iklan ini seolah-olah membeli tanpa kewajiban bayar, padahal kewajiban tetap harus dibayar walau dibelakang. Seorang yang bermental manja biasanya lebih impulsif artinya gampang memutuskan sesuatu tanpa pertimbangan matang. Contohnya adalah kisah anak bungsu pada bacaan hari ini, “setelah ia mendapatkan hak warisan ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya”

Mungkin sikap anak bungsu terlalu absurd, tapi ini menggambarkan sifat dosa manusia yang mengutamakan kenyamanan tanpa usaha. Berakibat terbentuk mentalitas yang menyukai jalan pintas tanpa perjuangan dan usaha.

Bagaimana dengan pengajaran di gereja modern hari ini? Di awal Tahun kita bisa melihat slogan bombastis yang meninabobokan. Contoh, slogan “Tahun Terobosan”, alih alih Tahun Kerja Keras. “Tahun Berkat Melimpah”, alih-alih Tahun Disiplin dan Proses. “Tahun Berkat Ganda, alih alih Tahun Pengorbanan dan Perjuangan. Apa yang saya sampaikan ini perlu direnungkan, apakah gereja sudah berjalan dalam jalur yang benar? Jangan-jangan kita sedang tersesat dan tanpa sadar juga menyesatkan orang lain. Bukankah kalau kita menyukai kerja keras dan terbiasa melewati proses dan tanggung jawab, hidup kita juga akan dengan sendirinya bermental kuat dan bahkan tulus menolong dan berkorban bagi orang lain? Bisakah seorang bermental seperti anak bungsu yang suka kenyamanan dan foya-foya, bekerja dengan baik dan berkorban bagi orang lain? Renungkan! (DD)

Questions:
1. Apa arti dan definisi anak manja?
2. Mengapa gereja juga suka slogan yang bersifat memanjakan? Bagaimana seharusnya?

Values:
Warga Kerajaan seharusnya tidak manja, yaitu berkemenangan melalui perjuangan dan pengorbanan

Kingdom’s Quotes:
Berusaha mendapatkan kenyamanan tanpa usaha adalah dosa, karena akan berakibat seorang bermental lemah