MATI LAMPU

MATI LAMPU 

Bacaan Setahun:

Wahyu 11, Est. 1, Mzm. 105:1-25

“Maka dari dalam badai Tuhan menjawab Ayub:” (Ayub 38:1 – TB)

Kebanyakan kita mungkin pernah mengalami yang namanya mati lampu. Ketika saya kecil di rumah saya berkali-kali mengalami mati lampu. Apabila hal itu terjadi, maka orang tua saya akan menyalakan lilin di kamar setidaknya sampai saya tertidur. Apabila lilin sudah habis namun saya belum tertidur maka saya akan berteriak memanggil mama atau papa karena takut gelap. Sekalipun orang tua saya ada duduk di sebelah saya, namun karena saya tidak bisa melihat apa-apa, saya tetap saja merasa ketakutan. Saya takut, karena saya merasa sendiri tanpa kehadiran orang tua saya untuk menjaga saya.

Terkadang kita bisa juga mengalami hal yang sama. Kita dihadapkan pada situasi yang “gelap” dan tidak menentu. Kita sudah berseru kepada Tuhan, namun sepertinya tidak ada respons apa-apa dari Tuhan. Kisah serupa juga dialami Ayub. Diceritakan atas seizin Tuhan, maka setan mengambil semua yang Ayub miliki. Ayub pun terpuruk. Ayub merasa ditinggalkan oleh Tuhan dan bukan hanya itu, Ayub merasa “dihukum” oleh Tuhan.

Kisah Ayub adalah sebuah kisah yang berisikan penderitaan, keterpurukan dan juga bagaimana Tuhan seakan-akan mengabaikan Ayub dalam kesengsaraannya selama beberapa waktu lamanya. Alkitab dengan jelas mencatat bahwa Ayub adalah orang yang hidupnya saleh dihadapan Tuhan. Namun demikian ia tetap harus mengalami kesengsaraan yang begitu berat. Pada momen-momen seperti ini Ayub mempertanyakan semua kejadian yang menimpa dirinya kepada Tuhan. Namun seperti yang tertulis dalam kitab Ayub, Tuhan sengaja “membiarkan” Ayub. Tuhan tidak menjawab apa-apa sampai kepada pasal 38 ayat 1, “Maka dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub:”

Barangkali anda pada hari-hari ini mengalami seperti yang Ayub alami. Banyak persoalan hidup yang menekan, anda mungkin telah berdoa, berseru kepada Tuhan. Anda mungkin juga meminta petunjuk dari sahabat-sahabat anda, atau bahkan mungkin pemimpin rohani anda, namun persoalan anda tetap ada. Renungan kita pada hari ini kiranya mengingatkan kita kepada kisah Ayub ini. Tuhan sendiri yang akan menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalam hati kita. Dia tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan selalu beserta dengan kita, hanya saja terkadang kita tidak mampu melihatnya demikian seperti saat sedang “mati lampu”. (SS)

Questions:

1. Pernahkah Anda merasa Tuhan diam saat menghadapi masalah?
2. Bagaimana Anda tetap percaya bahwa Tuhan selalu beserta, meski seakan tidak terlihat?

Values:

Kebenaran Firman Allah selain memerdekakan juga merupakan kekuatan untuk berdiri dengan teguh dalam berbagai situasi bagi setiap warga Kerajaan.

Kingdom Quotes:

Bukan seberapa besar iman kita, tetapi seberapa besar Allah kita. Dia tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya sendirian. – Hudson Taylor