MELEWATI KRISIS

MELEWATI KRISIS 

Bacaan Setahun:

Mrk. 8:22-9:1
2 Sam. 20-21
Hos. 1:1-2:1

“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” (Amsal 3:5-6 – TB)

Ketika kita mengalami masa-masa sulit dan krisis, pimpinan Tuhan menjadi hal yang sangat penting. Tuhan sanggup memberikan arahan yang membawa kita kepada keadaan yang lebih baik, meskipun terkadang jalan yang harus kita tempuh tampak tidak masuk akal. Apa pun krisis yang sedang kita alami hari-hari ini, pimpinan Tuhan akan menuntun kita untuk keluar sebagai pemenang—bahkan lebih dari pemenang.

Lalu, bagaimana kita dapat mengalami pimpinan Tuhan dalam melewati masa krisis? Pertama, percayalah kepada Tuhan dengan segenap hati. Sering kali, kita gagal mengalami pimpinan Tuhan karena tidak menaruh kepercayaan secara penuh kepada-Nya. Nabi Elia dalam 1 Raja-raja 17 menjadi contoh nyata—ia percaya kepada Tuhan sepenuh hati, dan Tuhan pun menyatakan pemeliharaan-Nya secara ajaib. Percaya kepada Tuhan berarti mengandalkan Dia dalam setiap aspek kehidupan, bukan hanya ketika kita tidak berdaya.

Kedua, jangan bersandar kepada pengertian kita sendiri. Sebagai manusia, pemahaman kita sangat terbatas. Sebaliknya, Allah kita tidak terbatas. Bersandar pada pengertian sendiri hanya akan menjerumuskan kita ke dalam kekhawatiran dan menjauhkan kita dari pimpinan Tuhan. Seperti kisah janda nabi dalam 2 Raja-raja 4:1–7, yang mengalami pertolongan Tuhan melalui tuntunan Nabi Elisa. Ia taat meski secara logika tindakannya tampak tidak masuk akal. Hasilnya, Tuhan menyatakan kuasa-Nya dan memulihkan keadaannya.

Ketiga, akuilah Tuhan dalam segala lakumu. Mengakui Tuhan berarti melibatkan-Nya dalam setiap aspek kehidupan, baik yang besar maupun kecil. Raja Daud (2 Samuel 5:22–25) adalah contoh teladan yang selalu bertanya kepada Tuhan sebelum mengambil tindakan, dan hasilnya adalah kemenangan demi kemenangan. Mengakui Tuhan berarti berserah sepenuhnya, mempercayakan setiap keputusan dan langkah hidup kepada-Nya.

Karena itu, dalam segala situasi—baik senang maupun sulit—mari kita tetap menjadikan Tuhan sebagai pusat keputusan dan arah hidup kita. Jangan biarkan krisis membuat kita ragu terhadap kuasa-Nya. Justru dalam kelemahan kita, kuasa-Nya menjadi nyata. Bersama Roh Kudus, kita akan dimampukan untuk berjalan seturut kehendak-Nya dan mengalami kemenangan yang sejati. Percaya kepada Tuhan bukan sekadar kata, melainkan tindakan berserah sepenuhnya. Tuhan sanggup memelihara dan menuntun kita melewati badai kehidupan. Amin. (AU)

Questions:
1. Apakah dalam setiap keputusan hidup, kita sudah melibatkan Tuhan sepenuhnya?
2. Masihkah kita bersandar pada pengertian sendiri, atau sudah belajar percaya penuh kepada Tuhan?

Values:
Meski dalam krisis, tetap berharap dan percaya bahwa pimpinan Tuhan akan membawa pada kemenangan.

Kingdom Quotes:
Percaya kepada Tuhan dengan segenap hati adalah langkah pertama untuk melihat jalan keluar di tengah krisis.