MENERIMA AJARAN YANG BAIK
Bacaan Setahun:
Ayb. 11:1 – 14:22
Mat. 20:1–19
Mzm. 17:6–12
“Jalan orang bodoh lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi orang bijak mendengarkan ajaran yang baik.” (Amsal 12:15)
Sebuah kisah luar biasa terjadi pada 26 Desember 2004. Pada pagi hari liburan Natal, para wisatawan memenuhi pantai Mai Khao, Phuket, Thailand. Seorang gadis berusia sepuluh tahun asal Inggris, Tilly Smith, sedang bermain pasir bersama keluarganya ketika ia melihat sesuatu yang aneh pada air laut: ombak tiba-tiba menjauh dari garis pantai, permukaan air tampak berbusa dan bergelembung, laut terlihat seperti mendidih.
Saat itu juga, Tilly teringat pelajaran geografi yang ia dapatkan dua minggu sebelumnya. Gurunya menjelaskan tanda-tanda terjadinya tsunami, termasuk fenomena surut mendadak. Dengan panik ia berkata, “Mummy, this is a tsunami!” sambil menarik tangan ibunya. Awalnya sang ibu mengira Tilly ketakutan tanpa alasan, tetapi melihat keseriusannya, ia segera melapor kepada staf hotel. Salah satu staf yang mengetahui adanya berita gempa besar di Indonesia langsung bergerak cepat. Para penjaga pantai segera mengosongkan area dan meminta seluruh wisatawan menuju bagian hotel yang lebih tinggi. Hanya beberapa menit setelah pantai kosong, gelombang tsunami raksasa menghantam Mai Khao Beach dan merusak seluruh area pesisir. Namun pada hari itu terjadi keajaiban: tidak ada korban meninggal, dan ratusan wisatawan selamat—semuanya bermula dari pengetahuan seorang anak kecil yang memperhatikan tanda alam. Tilly kemudian dijuluki banyak media sebagai “Angel of the Beach”.
Dari kisah ini kita belajar bahwa pengetahuan kecil dapat berdampak besar bila diterima dengan sungguh-sungguh. Tuhan juga sering memberikan peringatan melalui berbagai cara, termasuk lewat alam. Selain itu, siapa pun dapat menjadi penolong; usia, status, atau kekuatan tidak menentukan nilai seseorang. Kesadaran dan keberanianlah yang membuat seseorang berarti.
Sebagai umat yang telah diselamatkan Kristus, apakah kita sungguh-sungguh menerima pengajaran yang benar dan menghidupinya dalam menantikan kedatangan Tuhan? Atau justru kita mengabaikan peringatan-Nya? Amsal 4:20–21 (TB) “Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu.”
Belajarlah seperti Tilly, jangan abaikan segala peringatan dan tanda-tanda dari Tuhan dalam hidupmu, jika saat ini anda masih hidup di luar kehendak Tuhan, jangan bebal dan mengeraskan hatimu, jika tidak pada akhirnya anda akan binasa. Tetapi jika engkau melakukan kehendak Sang Raja dan mau mendengarkan segala arahan serta perintah-perintah-Nya maka dapat dipastikan engkau akan hidup dan menerima segala kemurahan, kebaikan serta berkat anugerah yang dari Tuhan. (TL)
Questions:
1. Pernahkan anda mengalami tanda peringatan dari Tuhan saat keluar dari kehendak-Nya?
2. Bagaimana cara anda untuk tetap dapat hidup dalam kehendak Tuhan dan melakukan apa yang diperintahkan-Nya? Diskusikan!
Values:
Sebuah pelajaran kecil akan berguna bagi kehidupan ini jika direspons dengan benar.
Kingdom Quotes:
Tuhan dapat memakai apa saja dan siapa saja untuk dapat melihat tanda-tanda kedahsyatan-Nya untuk menyatakan kuasa dan keajaiban-Nya atas dunia ini.