MENGAMBIL KEPUTUSAN

MENGAMBIL KEPUTUSAN 

Bacaan Setahun:

Kej. 31:1–55
Mat. 12:1–21
Mzm. 9:13–20

“Lihat, aku meletakkan di hadapanmu hari ini berkat dan kutuk.” (Ulangan 11:26)

Ungkapan yang sempat jadi ‘buzzword’ dan sering diucapkan adalah frasa ‘hidup itu pilihan.’ Memang hidup sebenarnya merupakan serangkaian pilihan dari keputusan yang diambil. Setiap keputusan kecil yang dibuat ternyata turut membentuk mozaik kehidupan di masa depan. Ketika Tuhan mengingatkan bangsa Israel melalui Musa bahwa di hadapan mereka hari itu diletakkan berkat dan kutuk (Ulangan 11:26), keputusan mereka untuk memilih salah satu hal tersebut akan memberi dampak yang signifikan dalam kehidupan mereka. Pilihan yang dimaksud adalah mengikuti perintah Tuhan dan hidup dalam berkat-Nya atau menolak-Nya dan hidup dalam kutuk.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita senantiasa membuat keputusan untuk memilih melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Keputusan apa pun yang diambil haruslah berdasar pilihan untuk hidup dalam kasih Tuhan, kebenaran dan keadilan. Namun tidak jarang situasi yang dihadapi membuat orang percaya pun mengalami keraguan karena merasa tidak ada banyak pilihan, atau timbul kekuatiran salah langkah dalam mengambil keputusan. Misalnya ketika seseorang dihadapkan pilihan untuk mempertahankan integritas imannya atau keberlangsungan pekerjaannya, situasi sulit mungkin terjadi sehingga ia mengalami ‘decidophobia,’ yakni ketakutan terhadap kemungkinan membuat keputusan yang salah. Sebagian orang barangkali merasa aman memainkan peran ‘delegasi,’ melimpahkan tanggung jawab mengambil keputusan kepada pihak lain, atau bahkan menggunakan cara mencuci tangan seperti Pontius Pilatus.

Namun memutuskan memilih hidup dalam kebaikan Tuhan dan mengikuti perintah-Nya adalah keputusan pribadi yang amat penting berkaitan dengan arah hidup kita, dan tidak bisa tergantung pada orang lain. Selain itu keputusan yang berdasar iman dan ketaatan pada Tuhan bukan karena bisa memilih atau tidak, tetapi karena kita senantiasa memiliki kebebasan untuk memilih menyenangkan atau mendukakan Tuhan. Dalam hidup yang penuh pilihan ini, setiap hari kita diberi kesempatan untuk memilih, baik dalam hal kecil maupun besar; dan setiap keputusan yang dibuat haruslah didasari oleh iman dan ketaatan kita kepada Tuhan.

Mari kita merenungkan kembali pilihan-pilihan yang sudah dibuat, sudahkah kita memilih hidup dalam kasih, kebenaran dan keadilan. Setiap keputusan membuat pilihan tentunya mencerminkan iman kepada Tuhan dan hidup lebih dekat dengan-Nya. Hidup adalah pilihan dan Tuhan sudah memberi kebebasan untuk memilih, maka kita haruslah membuat keputusan yang benar, yakni memilih untuk hidup sesuai jalan-Nya. (YL)

Questions:

1. Apa yang biasanya menyebabkan seseorang tidak bisa membuat keputusan?
2. Bagaimana cara mengetahui bahwa keputusan yang kita buat sudah benar?

Values:

Mari memilih mengikuti perintah Tuhan dan hidup dalam berkat-Nya

Kingdom Quotes:

Silahkan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. (Kisah Para Rasul 4:19)