MENGASIHI TUHAN ATAU DUNIA?

MENGASIHI TUHAN ATAU DUNIA? 

Bacaan Setahun: 
Mzm. 82 , Yer. 5-6 

“Mendekatlah kepada Allah, maka Dia akan mendekat kepadamu. Hai kamu yang berdosa, bersihkanlah tanganmu dari perbuatan jahat! Dan kamu yang mendua hati, murnikanlah hatimu! Pilihlah satu saja: Mengasihi Tuhan atau mengasihi dunia” (TSI – Yakobus 4:8).

Surat Yakobus ini ditujukan kepada orang-orang Kristen, yang memiliki pilihan antara mengasihi Tuhan atau mengasihi dunia. Pilihan yang diberikan oleh Yakobus adalah jelas: kita harus memilih mengasihi Tuhan atau mengasihi dunia. Pemilihan ini menuntut komitmen total. Yesus sendiri juga mengajarkan hal serupa ketika Ia berbicara tentang memilih antara Allah dan Mamon, karena tidak mungkin kita memilih keduanya sekaligus (Matius 6:24).

Jika kita memilih untuk mengasihi Tuhan, artinya kita menyerahkan seluruh hidup kita untuk dikuasai oleh Roh Kudus. Setiap aspek kehidupan kita harus diarahkan untuk memuliakan Tuhan. Kita harus mengizinkan Roh Kudus untuk mengendalikan hidup kita, membangun keintiman dengan Tuhan setiap saat, dan membiarkan hati kita selalu dipenuhi dengan cinta kepada Kristus

Ketika kita mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati, tidak akan ada ruang bagi berhala dunia untuk masuk ke dalam hati kita. Hidup kita akan lebih waspada terhadap pengaruh negatif dunia dan segala perbuatan jahat. Ketika kita memilih untuk mendekat kepada Allah, kita juga memilih untuk hidup dalam kekudusan dan kebenaran-Nya.

Namun, di sisi lain, ada bahaya untuk mengasihi dunia. Dunia ini dipenuhi dengan godaan, ambisi duniawi, kepuasan diri, dan materialisme yang menghancurkan. Jika kita memilih mengasihi dunia, kita cenderung mengutamakan keinginan-keinginan duniawi, mengikuti arus budaya, dan mengorbankan nilai-nilai spiritual. Pilihan ini tidak akan memberikan kepuasan sejati dan kedamaian dalam hidup kita.

Mendekat kepada Allah adalah panggilan untuk hidup dalam hubungan yang intim dengan-Nya. Ketika kita mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati, kita akan mengalami perubahan dalam sikap, pemikiran, dan tindakan kita. Hati kita akan terhindar dari godaan dunia, dan kita akan hidup dalam kesetiaan dan ketaatan kepada-Nya. Mendekat kepada Allah adalah suatu proses yang terus-menerus dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. Ini membutuhkan ketekunan dalam doa, pembacaan Firman, dan persekutuan dengan sesama percaya. Ketika kita hidup dalam ketaatan kepada-Nya dan menyerahkan seluruh hidup kita, kita akan mengalami sukacita dan damai sejahtera yang hanya ditemukan dalam hadirat-Nya. Jadi, mari kita membuat pilihan yang benar, yaitu dengan mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati dan mendekat kepada-Nya

Mari kita bersungguh-sungguh membersihkan tangan kita dari perbuatan jahat dan kiranya Tuhan senantiasa memurnikan hati kita. Dan ketika kita memilih untuk mendekat kepada Allah, kita akan menemukan penghiburan, pimpinan, dan kuasa-Nya yang memampukan kita untuk hidup dalam ketaatan dan kebenaran-Nya. (DH)

Questions:
1. Apa risikonya ketika kita memilih jalan kekudusan Tuhan?
2. Apakah godaan terbesarmu untuk tidak memilih jalan kekudusan Tuhan?

Values:
Jalan Tuhan itu sempit tapi menuju kehidupan?

Kingdom Quotes:
Hidup adalah perjuangan melawan godaan duniawi.