MENJADI DEWASA | Pdt. Christy Indra Tjiptamulya

Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!

Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih! (1 Korintus 16:13-14)

Proses menjadi dewasa bukanlah proses yang instan, namun memakan waktu yang panjang, dan terjadi di sepanjang hidup kita. Langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk menjadi dewasa?

Menjadi Manusia Rohani

Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya. Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi? (1 Korintus 3:1-3)

Untuk menjadi pengikut Kristus harus ada pertumbuhan menjadi dewasa. Jika tidak, maka kita tidak bisa memakan makanan keras. Bayi hanya bisa meminum susu dan makanan yang lembek. Jika diberi makanan yang keras, ia tidak bisa mengunyahnya, malah bisa tersedak dan berakibat fatal. Tuhan menghendaki agar kita menjadi dewasa, kuat dan mampu menghadapi setiap tantangan kehidupan.

 

Bukan Kanak-kanak/Remaja Lagi

Sifat iri hati dan perselisihan menunjukkan bahwa kita belum dewasa dan masih menjadi manusia duniawi. Kita perlu memiliki sifat tulus seperti seorang anak kecil, namun harus meninggalkan sifat kekanak-kanakan.  Menjadi dewasa artinya siap di bawa Tuhan ke tempat yang tidak kita inginkan.

Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. (1 Korintus 13:11)

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.” (Yohanes 21:18)

Yakin Akan Kehendak Allah

Kehendak Tuhan tidak selalu enak bagi kedagingan kita, tetapi tuntunan Tuhan pasti ke jalan yang benar. Kehendak Tuhan bagi setiap orang berbeda-beda, sesuai panggilan, potensi dan kapasitas yang Tuhan berikan. Milikilah keyakinan akan kehendak Allah. Jadilah taat dan setia menjalaninya.

dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.
(Kolose 1:12)

 

Miliki Panca Indra yang Terlatih

Orang yang belum dewasa ditandai dengan indranya belum terlatih. Misalnya indra telinga. Ketika mendengar perintah Firman Tuhan, suka menunda-nunda (‘telmi’, ‘tarsok’). Juga belum bisa memilah mana berita yang benar dan mana yang hoaks atau gosip. Indra matanya tidak bisa memilah mana berita yang baik, mana yang sia-sia. Juga indra mengecapnya, belum terlatih memilih makanan yang sehat dan mengendalikan nafsu makan. Orang yang dewasa sanggup melatih panca indranya.

Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan. Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat. (Ibrani 5:11-14)

Mencapai Kedewasaan Penuh

Tuhan memberikan bagian yang berbeda-beda untuk memperlengkapi semua orang-orang kudus untuk pekerjaan pelayanan bagi pembangunan Tubuh Kristus. Karena itu kita harus bersatu dan saling menolong agar semua kita mencapai pengetahuan yang benar tentang Tuhan Yesus.

Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, (Efesus 4:11-13)

 

Tanda seorang dewasa adalah orang yang mampu  menghadirkan Kerajaan Allah dalam:

Sikap hati

Orang yang dewasa akan tetap berespon baik, menyatakan kasih Allah kepada orang yang berlaku tidak baik/menjengkelkan.

Tingkah laku/tindakan

Seorang yang dewasa mengerti identitasnya sebagai pangeran atau putri raja dan tentunya akan  bertutur kata yang halus dan bertindak hati-hati, tidak mengeluarkan kata-kata kotor dan bertindak sembarangan seperti seorang preman.

Keyakinan/iman

Iman yang teguh tidak gampang terombang-ambing atau tergiur oleh tawaran dunia. Contohnya berbisnis dan membayar pajak dengan benar, tidak mengikuti cara-cara dunia.

Cara berpikir

Di tengah situasi Pandemi ini, kita harus mengubah cara berpikir agar mengetahui kehendak Tuhan dan memiliki paradigma yang berbeda dengan orang kebanyakan. Apa yang kita anggap baik, belum tentu berkenan di mata Tuhan.  Jangan berkompromi dengan dosa, atau mengikuti jalan pintas. Jalanilah sekalipun awalnya harus menderita.

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Roma 12:2)

 

Bisa kerjasama dalam team work untuk membangun gereja yang Apostolik dan memenangkan jiwa

Kita harus belajar membangun team work (menjadi super team) melalui Komsel. Dimulai dengan kesatuan hati, tumbuh bersama dan akhirnya bisa memenangkan jiwa-jiwa. Sehingga Kerajaan Allah dapat dihadirkan di bumi melalui kehidupan keluarga dan komunitas kita.

 

Orang yang dewasa juga memegang teguh nilai-nilai LIGHT dan kualitas SALT

 

LIGHT

Love         : Membagikan kasih Allah kepada orang-orang yang belum mengenal Kristus

Integrity    : Bisa dipercaya dalam hal-hal kecil

Grace        : Memiliki kemurahan hati karena sudah menerima kemurahan hati Tuhan melalui karya penebusan Kristus.

Humility   : Bersikap rendah hati, tidak sombong dan mau bekerja sama.

Truth        : Segala sesuatu yang dilakukan harus seturut dengan Firman Tuhan.

 

SALT:

Spiritual        : Menjadi manusia rohani, dikuasai dan dipimpin oleh Roh Kudus.

Autorithy      : Memiliki dan menerapkan otoritas Kerajaan Allah

Leadership     : Memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik, peka akan kebutuhan jemaat dan masyarakat, memiliki hikmat sehingga bisa menyalurkan bantuan dengan tepat.

Transformer  :  Pada akhirnya bisa mendatangkan perubahan bagi dunia melalui kata-kata dan perbuatan kita.

 

Jika kita mau diproses oleh Tuhan dan dibentuk menjadi dewasa, maka kita akan menjadi pribadi yang kuat. Dunia akan terus diguncangkan, namun orang dewasa yang berada dalam Keraajan Allah tidak akan terguncangkan. Amin. (VW)