MENJALANKAN PERLOMBAAN DENGAN DAYA TAHAN
Bacaan Setahun:
1 Tim. 4, Yes. 38-39, Mzm. 119:121-144
“Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.” (Ibrani 12:1)
Ayat ini merupakan “suplemen” pendorong yang sangat kuat bagi setiap orang percaya untuk tetap kokoh dalam iman mereka, terutama bagi yang sedang menghadapi persoalan atau tantangan yang berat. Panggilan ini mengingatkan kita agar tidak menjadi lemah dan berputus asa, melainkan terus maju dalam perlombaan hidup sebagai pengikut Kristus.
Kehidupan yang kita jalani saat ini sesungguhnya adalah sebuah proses perjuangan. Dalam Kekristenan, yang paling penting untuk dijaga ialah ketekunan, yaitu bertahan dan terus berjuang sampai akhir supaya tetap hidup berkenan kepada Sang Raja. Sebagai persiapan untuk perlombaan iman, umat percaya perlu “menanggalkan semua beban dan dosa” yang menghalangi. Artinya, melepaskan segala hal yang mengganggu perjalanan iman, termasuk kebiasaan dosa dan ikatan duniawi, agar dapat berlari dengan tekun. Perlombaan ini bukan soal kemenangan material, melainkan soal ketekunan dan kesetiaan dalam menghadapi ujian kehidupan.
Seperti seorang atlet yang memerlukan daya tahan dalam pertandingan, demikian juga orang percaya memerlukan latihan rohani yang konsisten. Atlet menambah kekuatannya dengan vitamin, sedangkan bagi kita suplemen rohani adalah firman Tuhan yang hidup dan menyertai keseharian. Firman itulah yang meneguhkan, memberi penghiburan, dan mengarahkan langkah kita. Selama masih hidup di dunia, kita tidak akan luput dari masalah, tekanan, dosa, bahkan kesedihan akibat penderitaan. Semua itu bisa menjadi penghambat kemajuan rohani bila tidak disikapi dengan benar. Karena itu, kita perlu tekun dan setia beribadah, menjaga hubungan pribadi dengan Tuhan sebagai Raja atas kehidupan kita. Milikilah waktu teduh, doa, dan pembacaan firman setiap hari, bahkan saat hati enggan melakukannya. Disiplin rohani akan membentuk kekuatan batin dan ketahanan iman.
Kesetiaan dan ketekunan merupakan kunci untuk bertahan sampai akhir, meski dikelilingi tantangan. Fokus utama kita adalah Kristus, yang telah menyelesaikan perlombaanNya dengan sempurna. Kesetiaan mencerminkan komitmen yang teguh, sementara ketekunan diperlukan untuk menerima janji Tuhan, menumbuhkan kedewasaan iman, serta meraih kemenangan rohani melalui berbagai kesulitan. Rasul Paulus adalah teladan yang nyata dalam hal ini. Ia menunjukkan bagaimana seorang percaya hidup berkenan di hadapan Tuhan: rela dibentuk, menanggalkan dosa, dan tidak mudah menyerah. Melalui hidupnya kita belajar bahwa kesetiaan dan ketekunan akan menuntun kita pada penggenapan janji Tuhan. Sebagaimana ia menegaskan dalam Filipi 4:13, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (TL)
Questions:
1. Faktor apa saja yang bisa membuat kita bertahan dalam proses pertandingan kehidupan di dunia ini?
2.Penghalang apa yang dapat menggagalkan pertandingan iman kita? Diskusikan!
Values:
Kehidupan kekristenan merupakan sebuah perlombaan untuk melatih ketekunan kita supaya sampai kepada kemenangan iman yang sejati.
Kingdom Quotes:
Perlombaan iman bukan perlombaan unjuk kekuatan tetapi unjuk kesetiaan untuk mendapatkan perkenanan dari Sang Raja Tuhan Yesus Kristus.