MURID KRISTUS YANG BERAKAR KUAT

MURID KRISTUS YANG BERAKAR KUAT 

Bacaan Setahun: 
2Samuel 20:1 – 21:22
Kisah Para Rasul 8:4–40
Amsal 14:25–35

“Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” (Kolose 2:6-7)

Rasul Paulus menekankan bahwa kehidupan sebagai murid Kristus bukan hanya tentang “menerima” Yesus, tetapi juga tentang bertumbuh, berakar, dan berdiri teguh di dalam Dia. Kata “berakar” dalam bahasa Yunani adalah errizōmenoi, yang berarti: telah berakar dan terus memiliki akar yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan kita sudah ditanam di dalam Kristus (bukan di dunia) dan terus hidup dari sumber yang sama, yaitu Kristus sendiri. Sehingga DNA Kristus itu melekat di dalam kehidupan kita dan hal ini mencerminkan bagaimana seharusnya kita hidup dan berprilaku sebagai anak-anak-Nya.

Akar berbicara tentang kedalaman hubungan, bukan sekadar aktivitas tetapi ini berbicara tentang sebuah proses seumur hidup antara kita dengan Kristus. Semakin dalam akar kita dalam Kristus, semakin kita: tidak mudah goyah, tetap kuat dalam tekanan dan akan terus menghasilkan buah yang pasti. Makna hidup di dalam Kristus yaitu: berjalan setiap hari bersama Tuhan, menjadikan Kristus pusat keputusan hidup dan bergantung penuh kepada-Nya, bukan kekuatan sendiri. Orang yang berakar kuat akan dapat dilihat ketika ia mengalami ujian tersulit dalam kehidupannya, apakah ia mengandalkan Tuhan atau mengandalkan kekuatannya sendiri yang terbatas. Jika ia mengandalkan Tuhan maka cerminan sebagai murid Kritus yang berakar itu akan nyata dalam kehidupannya dan ia akan terus bertumbuh dalam syukur kepada Tuhan meskipun masih di dalam proses atau tekanan karena akarnya kuat.

Ciri-ciri seorang murid Kristus yang berakar kuat, pertama adalah memiliki kehidupan doa yang konsisten, bukan sekedar berdoa tetapi memiliki kedalaman hubungan dengan gurunya yaitu Kristus. Efesus 6:18 “Berdoalah setiap waktu di dalam Roh…”. Kedua, mengasihi Firman Tuhan, hidup di dalam Firman dan menyatakan Firman. Sehingga tidak mudah goyah menghadapi ajaran-ajaran yang menyimpang. Mazmur 119:105 “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Ketiga, setia dan tunduk kepada otoritas yang Tuhan percayakan dalam hidupnya. Setiap pemberontakan dan ketidaksetiaan kepada pemimpin adalah karakter kegelapan bukan karakter Ilahi. Ibrani 13:17 “Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka…”

Jadikan Kristus satu-satunya dasar dari kehidupan kita maka kita akan terus mengakar kuat di dalam Dia dan untuk Dia. Murid yang berakar kuat bukan hanya mampu bertahan dalam badai, tetapi juga menjadi saluran kehidupan bagi orang lain. Dari akar yang sehat akan lahir pertumbuhan yang benar, buah yang nyata, dan kehidupan yang memuliakan Tuhan sampai akhir. (TL)

Questions:
1. Bagaimana kehidupan doa Andaa saat ini, apakah sudah mencerminkan sebagai murid Kristus yang berakar kuat?
2. Sudahkan Anda mengakar dalam kesetiaan dan penundukkan diri atas otoritas rohani yang Tuhan percayakan? Diskusikan!

Values:
Orang yang berakar dalam Kristus pasti bertumbuh stabil dan tidak mudah goyah

Kingdom Quotes:
Kekuatan seorang murid bukan dari apa yang tampak di luar, tetapi dari seberapa dalam ia berakar di dalam Kristus.