ORANG KAYA SUKAR MASUK SORGA?
Bacaan Setahun:
Ulangan 26:1 – 28:14
Lukas 17:11–37
Mazmur 46:1–11
“Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Matius 19:24)
Fakta menunjukkan bahwa harta kekayaan kerap membuat seseorang menjadi sombong atau tinggi hati, sehingga lupa bahwa semuanya merupakan anugerah Tuhan semata. Ketika menyimak firman Tuhan tersebut, mungkin muncul pertanyaan dalam hati, “Apakah untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga seseorang harus terlebih dahulu menjadi miskin?” Jawabannya tidak. Sejak semula Tuhan memiliki rencana yang indah bagi setiap orang percaya: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan” (Yeremia 29:11).
Jadi rencana Tuhan bagi kita adalah hari depan yang penuh harapan, masa depan cerah, bukan masa depan suram. Tuhan ingin setiap anak-Nya mengalami berkat-berkat-Nya sehingga hidupnya pun menjadi berkat bagi orang lain dan dapat membantu pekerjaan Tuhan di muka bumi ini. Namun seringkali yang terjadi, kekayaan atau materi yang dimiliki seseorang dapat mengubah sikap hati dan membuatnya lupa diri, bahkan tidak sedikit yang semakin jauh dari Tuhan. Tuhan tidak lagi sebagai yang utama dalam hidup. Keberadaan Tuhan sebagai Sang Pemberi berkat telah tergantikan oleh harta/kekayaannya. Firman Tuhan mengingatkan, “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada” (Matius 6:21).
Ketika hidup masih dalam kekurangan, banyak orang percaya begitu tekun mencari Tuhan, rajin beribadah, dan aktif dalam persekutuan. Dalam segala hal mereka mengandalkan Tuhan. Namun setelah hidupnya dipulihkan dan diberkati, perlahan-lahan terjadi perubahan. Hatinya tidak lagi melekat kepada Tuhan karena merasa nyaman dengan kekayaan yang ada. Seolah-olah Tuhan tidak lagi terlalu diperlukan. Rasul Paulus berpesan kepada Timotius, ”Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.” (1 Timotius 6:17).
Tuhan Yesus mengingatkan bahwa hidup manusia tidak bergantung pada kekayaan, melainkan kepada-Nya, sebab tanpa Dia kita tidak dapat berbuat apa-apa. Sebagai warga Kerajaan Allah, marilah kita bersedia dibersihkan dari sikap yang hanya mengejar kekayaan tanpa memedulikan hadirat Tuhan, serta menggunakan kekayaan yang ada untuk memuliakan nama-Nya. (AU)
Questions:
1. Apakah hati Anda lebih melekat kepada Tuhan atau kepada berkat yang Ia berikan?
2.Ketika diberkati, apakah Anda semakin dekat kepada Tuhan atau justru semakin merasa tidak membutuhkan-Nya?
Values:
Jangan biarkan berkat membuat kita lupa kepada Tuhan. Tetap rendah hati dan pakailah setiap berkat untuk memuliakan-Nya.
Kingdom Quotes:
Kekayaan adalah titipan Tuhan; jangan biarkan titipan itu mengambil tempat Sang Pemberi di hati kita.