PANDANGAN TUHAN
Bacaan Setahun:
Ayb. 38:1 – 40:2
Mat. 24:32 – 25:13
Mzm. 18:37–42
“Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” (1 Samuel 16:7)
Zaman sekarang manusia bisa mengubah penampilannya dengan mudah. Orang yang merasa dirinya masih kurang dalam penampilan baik dari sisi wajah ataupun bagian tubuhnya maka bisa saja orang tersebut rela membayar banyak uang untuk bisa tampil menjadi lebih menarik dengan operasi plastik (oplas). Dulu oplas biasanya dilakukan diam-diam sebisa mungkin orang menutupinya agar orang lain tidak tahu kalau dia melakukan oplas. Saat itu oplas dianggap sesuatu yang kurang wajar namun sekarang oplas menjadi kebutuhan seseorang untuk meningkatkan rasa PD (Percaya Diri). Bahkan sudah biasa orang melakukan operasi plastik. Tidak heran banyak orang sekarang yang memiliki penampilan yang begitu menarik perhatian meskipun sebenarnya “tidak asli” alias “hasil oplas.”
Kisah Daud diurapi menjadi raja diawali dengan seleksi oleh nabi Samuel terhadap saudara-saudara Daud. Mereka memang memiliki penampilan yang sangat menarik dengan perawakan yang tinggi. Rupanya nabi Samuel sangat kagum dengan penampilan saudara- saudara Daud dan merasa salah satu dari merekalah yang akan diurapi sebagai raja. Tetapi Tuhan tahu isi hati nabi Samuel lalu memberikan peringatan kepada nabi Samuel agar tidak terpesona oleh penampilan luar. “Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang
parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati” (1 Samuel 16:7). Seorang pemimpin bisa saja salah menentukan pilihan. Itu sebabnya setiap pemimpin harus bergantung kepada Tuhan untuk minta hikmat yang benar. Yesus Kristus datang ke dunia salah satunya sebagai Penasihat Ajaib (Wonderful Counselor). “Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah,” (Yakobus 1:5a).
Kita sebagai warga Kerajaan Allah seharusnya lebih memperhatikan kondisi “hati” kita daripada kondisi “penampilan luar” kita. Bukan berarti kita boleh tampil dengan “sembarangan” tetapi mari kita periksa hati kita. Apakah hati kita sudah menyenangkan hati Tuhan? Apakah kita
selalu mendengarkan dan melakukan perintah Tuhan? Daud seorang anak muda yang rajin dan bertanggung jawab dengan hal-hal yang dipercayakan oleh orang tuanya (1 Samuel 17:20). Tantangan di padang tidak mudah, untuk melindungi domba-dombanya Daud berhadapan
dengan berbagai binatang buas (1 Samuel 17:37). Dalam kesendirian, Daud memuji Allah Yang Hidup sehingga tercipta mazmur Daud. Hatinya selalu tertuju kepada Tuhan. Daud dikatakan sebagai orang yang dikenan oleh Tuhan. Mari kita minta Roh Kudus menolong kita agar hati kita selalu menyenangkan hati Sang Raja. (RJ)
Questions:
1. Apakah kita lebih memerhatikan kondisi “hati”
2. Apakah hati kita selalu tertuju kepada Sang Raja? atau “penampilan luar” kita?
Values:
Biarlah hati kita senantiasa menyenangkan hati Sang Raja dengan pertolongan Roh Kudus.
Kingdom Quotes:
Sang Raja lebih tertarik kepada kondisi “hati” daripada “penampilan luar” kita.