PANGGILAN TUHAN

PANGGILAN TUHAN 

Bacaan Setahun:
Ibr. 13 Kel. 18:1-19:25, Amsal 8

“Seperti mereka tidak mendengarkan pada waktu dipanggil, demikianlah Aku tidak mendengarkan pada waktu mereka memanggil, firman TUHAN semesta alam.” (Zakharia 7:13 – TB)

Setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda-beda saat menerima panggilan Tuhan. Panggilan Tuhan unik dan spesifik bagi setiap orang. Di dalam Alkitab diceritakan beberapa karakter orang-orang yang Tuhan panggil dan akhirnya merespon dengan taat.

Pertama, Merasa Tidak Mampu dan Lemah. Contohnya yaitu Musa dan Gideon. Ketika Tuhan berbicara dan memanggil Musa untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, Musa memiliki banyak alasan bahkan Musa menolak karena Musa merasa tidak pandai berbicara dan tidak mampu untuk menghadapi Firaun dan bangsa Israel. Begitu pula dengan Gideon yang memandang dirinya lemah dan tidak bisa memenuhi panggilan Tuhan. Namun keduanya akhirnya mengikuti panggilan Tuhan.

Kedua, Merasa Hebat, Mampu dan Benar. Contoh di Alkitab adalah karakter awal Paulus yang merasa dirinya paling hebat, mampu dan paling benar. Itu sebabnya Tuhan membuat Paulus buta selama 3 hari. Kesombongan dalam diri Paulus harus dihancurkan terlebih dulu supaya dia dapat menjadi pribadi yang tunduk dan taat kepada Tuhan dan menjadi berkat.

Ketiga, Merasa Paling Eksklusif. Contohnya Yunus yang menolak panggilan Tuhan untuk pergi ke Niniwe karena dia merasa keselamatan hanya untuk dirinya dan golongan tertentu saja. Tuhan memberikan pengalaman bayang-bayang maut dalam perut ikan sampai akhirnya Yunus melakukan panggilan Tuhan.

Keempat, Merasa Kecil dan Tidak Pantas. Seperti Petrus dan Andreas yang sebagai nelayan yang sederhana. Tuhan Yesus mendekati mereka dan memanggil mereka saat menjala ikan. Panggilan Tuhan Yesus secara pribadi itu menguatkan mereka untuk menjadi penjala manusia.

Namun ada orang yang dipanggil tapi tidak mau mendengar atau sudah mendengar panggilan Tuhan tetapi tidak mau merespon. Orang yang memiliki karakter keras hati, ayat di atas katakan ketika mereka memanggil-manggil Tuhan maka Tuhan juga tidak mau mendengarkan mereka. Itu sebabnya di dalam Mzm. 95:7-8 (TB) ditulis: “Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun.”

Mungkin kita termasuk orang yang keras hati. Kita selalu menolak panggilan Tuhan dan selalu menjauh dari Tuhan. Hidup kita mengikuti hawa nafsu/dosa, tidak mau hidup dalam kebenaran. Mari kita jangan keraskan hati! Panggilan Tuhan dapat kita rasakan dan dengar. Jangan biarkan “Kairos” atau ‘Waktu Tuhan” itu berlalu. Selama Tuhan masih memanggil kita dan masih ada waktu kemurahan Tuhan. Mari kita respon dan taat menjalankan penggilan-Nya. (RJ)

Questions:
1. Apakah kita sudah mendengar dan merespon panggilan Allah dengan benar?
2. Panggilan apakah yang Tuhan mau dalam hidup Anda? Diskusikan.
Values:
Panggilan Tuhan itu nyata dan perlu direspon dengan benar.

Kingdom’s Quotes:
Mengabaikan panggilan Tuhan sama dengan menolak Tuhan.