PAY ATTENTION

PAY ATTENTION 

Bacaan Setahun:

Yoh. 13:1-20, 2 Taw. 18, Mzm. 78:21-37

“Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan” (Ulangan 6:6)

Kita sering menemukan ungkapan “Pay Attention!”—baik di fasilitas umum, kemasan makanan, produk kosmetik, bahkan di dalam kendaraan. Ungkapan itu merupakan sebuah instruksi yang menuntut perhatian kita untuk membacanya. Segala sesuatu yang membutuhkan perhatian, saya percaya, pasti merupakan hal yang sangat penting. Termasuk juga apa yang Tuhan firmankan dalam kehidupan kita.

Selama 40 tahun bangsa Israel berjalan di padang gurun, Tuhan tidak henti-hentinya berfirman kepada mereka melalui Musa, Harun, dan Yosua. Namun, meskipun sudah mendengar langsung perintah Tuhan, mereka tetap saja keras hati (degil), memberontak, dan terus melanggar ketetapan-Nya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena mereka tidak memberikan perhatian khusus terhadap firman itu—mereka menganggapnya biasa. Hari ini tobat, besoknya kumat. Hari ini menurut, besoknya menuntut. Tidak mengherankan bila Musa, sang pemimpin yang setia, pun dibuat marah oleh tingkah mereka—dan kemarahannya yang memuncak membuat Musa tidak diperkenankan masuk ke Tanah Kanaan.

Seringkali kita pun berlaku sama seperti kelakuan bangsa Israel, bukan? Kita sering menganggap remeh Firman Tuhan, seolah-olah masih ada hari esok bagi kita untuk memperhatikan dan melakukannya. Padahal, belum tentu kita masih ada hari esok. Sebegitu sulitkah bagi kita untuk pay attention akan suara Tuhan di dalam hidup kita? Sebegitu sibukkah kita, sampai kita sulit pay attention untuk membangun hubungan dengan Tuhan? Padahal tidak bosan-bosannya Tuhan memperhatikan kehidupan kita, memperingati kita, bahkan menegur kita bila kita mulai menyimpang. Mengapa? Karena IA tidak menghendaki kita binasa.

Sebagai warga Kerajaan Sorga, Anda dan saya seharusnya memiliki kesadaran akan pentingnya pay attention terhadap suara Tuhan melalui firman-Nya. Ini harus menjadi kebiasaan (habit)—sebuah gaya hidup. Ada berkat besar bagi mereka yang sungguh-sungguh memberi perhatian kepada suara Tuhan: hidup kita berada dalam pagar perlindungan-Nya, kita hidup dalam berkat-Nya, Tuhan mengangkat kehidupan kita, keturunan kita diberkati, usaha kita diberkati, bahkan Ia membuka perbendaharaan-Nya yang melimpah (Ulangan 28:1–14).

Sebaliknya, bila kita tidak sungguh-sungguh memberi pay attention, maka jangan pernah menyalahkan Tuhan akan kondisi yang kita alami. Sadarilah dan bertobatlah. Mari introspeksi diri dan kembali kepada rancangan Tuhan yang sempurna atas hidup kita—hidup sebagai warga Kerajaan Allah yang tunduk dan patuh kepada-Nya. (LA)

Questions:

1. Apa dampak yang kita alami bila kita melakukan Pay Attention terhadap firman Tuhan?
2. Apa yang selama ini menghalangi kita untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan?

Values:

Sebagai warga Kerajaan Allah, kita harus tunduk dan patuh (pay attention) terhadap titah Sang Raja.

Kingdom Quotes:

Pay attention terhadap titah Tuhan bukan sebuah himbauan, melainkan keharusan.