PENIKAM PUNGGUNG

PENIKAM PUNGGUNG 

Bacaan Setahun:

Ef. 4:17-32
Yeh. 12-13
Yes. 43

“Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di sana bersama murid-murid-Nya.” (Yohanes 18:2)

Istilah ‘backstabber’ merujuk pada orang yang melakukan serangan fisik kepada pihak yang sedang membelakanginya. Sebutan ‘penikam punggung’ ini konon muncul di awal tahun 1990-an yang juga berarti ‘pengkhianat,’ orang yang mengkhianati kepercayaan atau kesetiaan. Dalam dunia kerja, seorang penikam punggung mengambil keuntungan dari pekerjaan yang tidak dilakukannya sambil menjelek-jelekkan rekan lain dan melindungi dirinya sendiri. Serangan ini dilakukan dari jarak dekat dan menggunakan senjata yang biasanya kecil dan tidak terlihat. Di kehidupan sehari-hari, seorang pengkhianat umumnya adalah orang dekat, orang kepercayaan atau orang yang sudah lama dikenal, karena itu ia bisa menyerang dan melukai dari jarak dekat.

Kisah pengkhianatan Yudas Iskariot menjadi contoh nyata betapa menyakitkannya dikhianati oleh orang yang dekat. Yudas sudah tahu tempat Tuhan Yesus biasa berdoa dan berkumpul dengan murid-murid-Nya, tempat yang dulunya penuh doa dan kebersamaan, tetapi justru ke sanalah ia membawa pasukan bersenjata untuk menangkap Tuhan Yesus. Tempat yang sebelumnya melambangkan tempat persekutuan dan persahabatan, berubah menjadi tempat pengkhianatan.

Bulan ini memiliki tema menjalani hidup yang penuh kesiapan, orang percaya semakin memerlukan kewaspadaan tinggi dan berjaga-jaga di akhir zaman ini menjelang kedatangan Tuhan. Salah satu keadaan manusia pada hari-hari terakhir ialah suka mengkhianat (2 Timotius 3:4). Seorang pengkhianat bisa berwajah ramah, berbicara manis, namun menyimpan niat jahat di hatinya. Ia menyembunyikan maksudnya dengan kepura-puraan sambil menunggu waktu yang tepat untuk menusuk dari belakang.

Tuhan Yesus mengetahui Yudas akan mengkhianati-Nya karena hatinya dipenuhi keinginan pribadi, padahal Yudas sudah mengenal Tuhan Yesus, namun ia tidak sungguh-sungguh memahami kasih-Nya. Tuhan Yesus tidak marah atau menjauhi murid itu, Ia tetap datang dan menghadapi semuanya dengan tenang.

Warga Kerajaan bisa belajar bahwa kasih dan ketulusan tidak harus berhenti ketika orang lain berbuat jahat. Ketika kita mengalami luka karena dikhianati orang yang justru kita percayai, baik keluarga, teman atau orang yang pernah dekat dengan kita; mari kita mengingat bahwa Tuhan Yesus pun mengalaminya. Namun Ia tetap mengasihi, bukan membalas. Pengkhianatan memang menyakitkan, tapi mungkin saat itu Tuhan sedang mengajar kita tentang ketulusan, kesabaran, dan kasih yang sejati. (YL)

Questions:

1. Mengapa orang yang dikenal dekat bisa terdorong untuk mengkhianati sahabatnya?
2. Bagaimana seharusnya sikap orang percaya ketika ia dikhianati?

Values:

Kasih Kristus memampukan orang percaya mengampuni pengkhianatan.

Kingdom Quotes:

Saudara yang dikhianati lebih sulit dihampiri dari pada kota yang kuat. (Amsal 18:19)