Banyak orang, banyak orang di lembah penentuan! Ya, sudah dekat hari TUHAN di lembah penentuan! (Yoel 3:14)
Lembah keputusan adalah Lembah Yosafat. Nama “Yosafat” berarti “Tuhan yang menghakimi,” yang menggambarkan bahwa Tuhan akan menghakimi manusia pada zaman akhir. Namun, bagaimana Tuhan menghakimi? Tuhan menghakimi berdasarkan setiap keputusan yang diambil manusia selama hidupnya. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia terus-menerus membuat keputusan. Dalam ilmu psikologi disebutkan bahwa setiap orang dapat membuat sekitar 2.500–3.500 keputusan setiap hari, bahkan sejak bangun pagi, misalnya menentukan pakaian yang akan dikenakan. Setiap keputusan memiliki konsekuensi, baik yang bersifat sementara maupun permanen.
Keputusan-keputusan yang kita ambil dapat menggambarkan arah kehidupan kita. Dalam Kitab Yoel dikatakan bahwa banyak orang berada di Lembah Penentuan, dan ayat tersebut menjelaskan bahwa hari Tuhan sudah dekat. Karena itu, sangat penting bagi setiap orang percaya untuk segera mengambil keputusan yang benar sesuai kehendak Tuhan.
4 UNDANGAN DARI SABDA TUHAN YESUS KEPADA GEREJA-NYA
(19) Yesus berkata kepada mereka: ”Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (Matius 4:19)
Ayat ini mengandung empat undangan dari Tuhan Yesus kepada gereja-Nya. Keempat undangan ini membutuhkan respons dan keputusan dari setiap orang percaya. Undangan tersebut bukan ditujukan kepada dunia, melainkan kepada gereja, sebab Tuhan akan segera datang kembali untuk menjemput umat-Nya.
- YESUS BERSABDA “MARI”
(19) Yesus berkata kepada mereka: ”Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (Matius 4:19)
Undangan pertama dari Tuhan Yesus adalah datang kepada-Nya dan membangun hubungan yang intim dengan-Nya. Sangat penting bagi setiap orang percaya untuk memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan. Keselamatan yang telah diterima bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan bersama Tuhan.
Ketika Yesus mengundang kita untuk datang kepada-Nya, Dia menghendaki agar kita membangun hubungan melalui persekutuan yang menjadi fondasi kehidupan rohani. Karena itu, kita harus terus hidup dalam relasi yang konsisten dengan Tuhan setiap hari.
Kunci kehidupan yang diberkati, penuh mukjizat, dan mengalami kuasa supranatural adalah hubungan yang intim dengan Tuhan. Melalui hubungan tersebut, pewahyuan akan semakin besar dan suara Tuhan akan semakin jelas dalam hidup kita.
- YESUS BERSABDA “IKUTLAH”
(19) Yesus berkata kepada mereka: ”Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (Matius 4:19)
Undangan kedua adalah mengikuti Yesus. Mengikut Yesus bukan sekadar berjalan di belakang-Nya secara pasif. Banyak gereja pada akhir zaman tetap mengikut Yesus, tetapi dari kejauhan, sehingga kehilangan kepekaan terhadap suara dan perkataan Tuhan karena terlalu menikmati kehidupan sendiri.
Kita mengikut Yesus karena Dia akan segera datang kembali. Dalam perjalanan mengikut Tuhan, Roh Kudus akan mengajar dan memimpin setiap orang percaya untuk belajar hidup sesuai kehendak-Nya.
- YESUS BERSABDA “KUJADIKAN”
(19) Yesus berkata kepada mereka: ”Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (Matius 4:19)
Undangan ketiga adalah membiarkan Tuhan membentuk hidup kita. Salah satu permasalahan gereja pada masa kini adalah tidak memberi ruang bagi Tuhan untuk bekerja dan membentuk karakter hidup orang percaya.
Firman Tuhan mengajarkan agar kita terlebih dahulu mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya (Matius 6:33). Namun, sering kali manusia memilih jalan sendiri sesuai kehendak dan caranya masing-masing.
Tuhan mengundang kita untuk dijadikan oleh-Nya karena Dialah Pencipta yang paling mengenal kehidupan kita. Tuhan mengetahui setiap persoalan dan pergumulan yang kita hadapi. Oleh sebab itu, Dia rindu membentuk kita menjadi pribadi terbaik sesuai rencana-Nya.
- YESUS BERSABDA “PENJALA MANUSIA”
(19) Yesus berkata kepada mereka: ”Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (Matius 4:19)
Undangan terakhir adalah menjadi penjala manusia. Tiga undangan sebelumnya berfokus pada pembentukan kehidupan pribadi kita bersama Tuhan, sedangkan undangan keempat berfokus pada dunia dan misi Kerajaan Allah.
Sebelum Tuhan mengutus kita kepada dunia, Dia terlebih dahulu membentuk dan mengajar kita. Tuhan mengundang kita untuk hidup dalam persekutuan dengan-Nya sebelum diutus untuk memenangkan jiwa-jiwa. Sebagai gereja Tuhan, kita dipanggil bukan hanya untuk menikmati hadirat Tuhan, tetapi juga untuk menjadi alat-Nya dalam membawa banyak orang datang kepada Kristus. (AH)